ilustrasi batuk.

IDNEWS.CO.ID – Belakangan ini masyarakat dunia tengah dikhawatirkan dengan virus corona (nCov) penyebab pneumonia misterius dari Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 lalu. 

Virus Corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi mulai dari flu biasa hingga SARS. Biasanya virus ini menyebabkan gejala pilek, menginfeksi hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas. 

Kekahwatiran masyarakat dunia akan virus corona terus meningkat. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya virus ini telah menjangkiti sekitar 200 orang dengan tiga di antaranya meninggal. 

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, baru-baru ini, Pemerintah China mengonfirmasi bahwa virus corona ini dapat menular antar manusia.  Kepala Komisi Kesehatan Nasional, Zhong Nanshan mengatakan, pasien mungkin telah tertular virus baru tanpa mengunjungi kota pusat Wuhan di mana ia ditemukan sebelum menyebar ke China dan mencapai tiga negara Asia lainnya. 

Lalu bagaimana proses penularan virus ini? Dilansir dari laman DW, penularan virus Corona baru antar manusia ini lantaran virus beradaptasi dan bermutasi, yang dapat membuat virus menyebar lebih cepat dan mungkin lebih sulit untuk diobati.

Belum jelas seberapa infeksi dari virus itu.  Meskipun banyak coronavirus lain ditularkan melalui batuk dan bersin, tidak ada indikasi sejauh ini bahwa virus ditularkan melalui saluran pernapasan.

Infeksi pertama terdeteksi di kota Wuhan di Cina dan ditelusuri kembali ke pasar hewan dan ikan liar, yang sekarang telah ditutup. Virus ini mungkin telah ditularkan melalui kontak langsung antara manusia dan hewan, atau hanya melalui udara seperti banyak kuman.

Virus yang dapat menyebar antara manusia dan hewan menyebabkan apa yang disebut penyakit zoonosis. Virus tersebut dapat ditularkan ketika manusia mengonsumsi daging atau produk hewani atau jika produk tersebut tidak dimasak dalam suhu tinggi atau disiapkan di lingkungan yang tidak bersih.

Dalam kasus penularan dari manusia ke manusia, penyakit ini dapat menyebar melalui batuk dan bersin, kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi, menyentuh permukaan yang terinfeksi dan kemudian mulut, hidung atau mata, dan, dalam kasus yang jarang, melalui kontaminasi tinja.

Untuk diketahui, hari ini, Rabu 22 Januari 2020 Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan pertemuan darurat untuk membahas mengenai virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Director General WHO, Tedros Adhanom melalui akun twitter resminya. 

“Saya mengadakan Komite Darurat untuk memastikan novel #coronavirus (2019-nCov) merupakan sebuah kedaruratan dalam kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian secara internasional dan cara mengatasinya untuk mengelola wabah tersebut,” kata dia. 

LEAVE A REPLY