Kereta

IDNEWS.CO.ID – Untuk pertama kalinya dalam dasawarsa terakhir, serangkaian kereta melaju dari Korea Selatan melintasi area perbatasan yang dikawal ketat menuju Korea Utara.

Di atas kereta itu terdapat sekelompok ahli kereta api Korea Selatan yang mencari cara untuk membantu Korea Utara memodernisasi jaringan rel kereta apinya.

Kedua Korea menunjukkan perkembangan yang siginifikan dalam memperbaiki hubungan mereka selama setahun terakhir.

Diharapkan, nantinya perjalanan dan perdagangan antar kedua negara menjadi lebih mudah.

Saat pemimpin Korea Utara dan Selatan bertemu dalam momen bersejarah April lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meminta bantuan Korea Selatan untuk meremajakan jalur kereta negerinya, yang diakuinya berada dalam kondisi yang “memalukan”.

Beberapa infrastrukturnya berasal dari awal abad ke-20, sehingga bila nantinya akan disambungkan dengan jalur kereta Korea Selatan, maka dibutuhkan perombakan total.

Para teknisi naik kereta di Dorasan, di sisi utara Seoul, Jumat (30/11) pagi waktu setempat, untuk perjalanan singkat menuju zona demiliterisasi, DMZ, yang memisahkan semenanjung Korea sejak Perang Korea tahun 1950 silam.

Sebuah spanduk yang dipasang di tubuh kereta seiring perjalanan menuju perbatasan berpengamanan ketat bertuliskan “Kuda baja, melaju cepat menuju era perdamaian dan kemakmuran”.

Di Stasiun Panmun di sisi lain perbatasan, lokomotif Korea Utara menggantikan lokomotif sebelumnya untuk menarik rangkaian gerbong kereta lebih jauh ke utara.

Ke-28 teknisi tersebut akan tinggal di atas kereta hingga 18 hari ke depan untuk menginspeksi jalur dan infrastruktur rel kereta sepanjang 1.200 km.

Jurnalis BBC Laura Bicker di Seoul menyatakan bahwa para teknisi baru dapat sebatas melihat seperti apa jalur kereta di sana, namun belum bisa “menyentuhnya”.

Mereka juga harus mendapatkan izin sekali jalan yang khusus dikeluarkan PBB untuk menghindari sanksi terkait pelarangan membawa bahan bakar dan sejumlah perlengkapan ke dalam kawasan Korea Utara.

Cho Myoung-hyon yang memimpin Kementerian Unifikasi, lembaga yang mengawasi hubungan Korea Selatan dan Utara, menyatakan bahwa proyek tersebut “dimaksudkan untuk menanggulangi perpecahan dan membuka lembaran baru di Semenanjung Korea.”

“Melalui jalur kereta yang terhubung, Korea Selatan dan Utara akan sejahtera dan perdamaian di Semenanjung Korea dapat tercipta. Kereta yang melintas juga akan membawa perdamaian dan kemakmuran ke Asia Timur Laut dan dunia,” ujarnya seperti dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Di satu sisi, hubungan antara Korea Selatan dan Utara semakin baik selama setahun terakhir. Di sisi lain, diskusi Korea Utara dengan Amerika Serikat justru mandek.

Pyongyang dan Washington berulang kali saling menuduh tidak menghormati kesepakatan abu-abu tentang denuklirisasi yang mereka buat dalam pertemuan bersejarah di Singapura Juni lalu.

Menurut koresponden BBC, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertekad akan tetap melanjutkan proyek jalur kereta tersebut.

Amerika Serikat sendiri mendukung proyek survei jalur kereta ini, namun Presiden Moon mungkin akan sulit jika harus membujuk Presiden Trump untuk meringankan sanksi bagi Korea Utara agar memudahkan kelanjutan proyek tersebut.(fat)

LEAVE A REPLY