Bukit Uhud Foto: Dream

IDNews.co.id – Belakangan ini Indonesia tengah dilanda bencana alam gempa bumi dan menimpa Pulau Nusa Tenggara. Gempa bumi termasuk dalam bencana alam yang tidak dapat dicegah, bahkan oleh teknologi canggih sekalipun.

Namun, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu dapat menghentikan gempa. Tentunya atas izin Allah Ta’ala. Lalu, bagaimana cara menghentikannya?

Inilah Cara Rasulullah dan Umar Menghentikan Gempat!

Dahulu, Madinah pernah mengalami gempa bumi. Kemudian, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Umar bin Khattab menunjukkan pola yang sama untuk menghentikan gempa agar tidak berlanjut parah.

Alkisah, saat itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman naik ke bukit Uhud. Tiba-tiba, bukit Uhud berguncang. Kemudian beliau menghentakkan kaki beliau sambil bersabda, “Tenanglah wahai Uhud, tidak ada di atasmu kecuali seorang Nabi, Ash Shiddiq dan Asy Syahid.” (HR Bukhari)

Begitu juga ketika masa kekhalifahan Umar, bumi Madinah gempa. Kemudian Umar mengetukkan tongkatnya ke bumi dan berkata, “Wahai bumi, apakah aku berbuat tidak adil?”.

“Wahai penduduk Madinah, apakah kalian berbuat dosa? Tinggalkan perbuatan itu atau aku yang akan meninggalkan kalian”, seru Umar.

Dengan izin Allah Ta’ala, bumi yang berguncang dapat tenang kembali. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Umar pun mengerti bahwa bumi dapat diajak berkomunikasi. Serta bumi tunduk kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al A’raf:96)

Inilah yang dapat mencegah bencana. Bencana datang juga karena ulah manusia sendiri. Teknologi tidak ada yang bisa mencegahnya, tapi dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, bencana sedahsyat apapun Insyaa Allah dapat dicegah.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY