Tunggal putri Spanyol, Carolina Marin.

IDNEWS.CO.ID – Kisah tragis datang dari maharatu bulutangkis dunia, Carolina Marin. Ia harus menelan pil pahit sejak awal rangkaian BWF World Tour digelar Januari 2020.

Hingga detik ini, pemegang tiga gelar juara dunia itu belum meraih gelar sama sekali. Terbaru, ia harus menahan malu gagal juara di kampung halaman sendiri di ajang BWF World Tour Super 300, Spain Masters 2020 (18-23 Februari).

Malaysia Masters 2020 misalnya, langkah Carolina harus terhenti di partai semifinal awal-awal Januari. Ia diamuk pebulutangkis China, Chen Yu Fei dua game langsung.

Tunggal putri Spanyol, Carolina Marin.

Masih di bulan yang sama, nasib Carolina lebih menyedihkan. Ia tumbang di tangan ratu bulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon pada final Indonesia Masters 2020 lewat drama rubbergame.

Selanjutnya, pekan terakhir di Januari carolina kembali menelan pil pahit. Ia ditumbangkan pebulutangkis Jepang, Akane Yamaguchi lewat drama rubbergame di Thailand Masters.

Spain Masters 2020

Carolina tampil memukau sejak babak 32 besar. Carolina melibas pebulutangkis Rusia, Natalia Perminova dua game langsung.

Babak 16 besar, hasil positif kembali diraih Carolina. Korban selanjutnya adalah Soraya De Visch Eijbergen dari Belanda, masih dengan kemenangan yang sama dua game langsung.

Partai perempat final, giliran tunggal putri Thailand yang diamuk Carolina. Ia menghajar Phittayaporn Chaiwan dua game langsung.

Semifinal membara, Carolina kembali melibas wakil Thailand, Supanida Katethong dua game langsung. Tragis, mimpi Carolina harus dikubur Pornpawee Chochuwong dalam laga panas lewat drama rubbergame, Minggu 23 Februari 2020 di Vall d’Hebron Olympic Sports Centre, Barcelona, Spanyol.

Carolina Marin.

Untuk diketahui, petaka menimpa Carolina di Indonesia Masters 2019. Ia harus absen kurang lebih tujuh bulan di semua ajang bulutangkis dunia. Carolina mengalami cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) saat bertarungan dengan pebulutangkis India, Saina Nehwal di final Indonesia Masters bulan Januari juga.

Kala itu, Carolina baru bermain dengan angka 10-4. Namun gelar juara melayang karena cedera yang dialami.

Selama masa perawatan, pemegang tiga gelar juara dunia dan juara Olimpiade 2016 itu terpaksa berkali-kali harus mengubur mimpinya untuk naik podium juara, lebih dari lima turnamen besar bulutangkis dunia dilaluinya tanpa bisa berlaga.

Carolina Marin mengerang kesakitan.

Mulai All England Open Badminton Championships 2019, Malaysia Open 2019, Singapore Open 2019, Indonesia Open 2019, Thailand Open 2019. Bahkan dia harus merelakan mahkota juara bertahan Japan Open 2019 melayang.

Baca: ?Curhat Maharatu Bulutangkis Dunia Usai Gagal Raih Gelar Pertama 2020

LEAVE A REPLY