Tayangan video memperlihatkan seorang polisi mencabut pistol dan mengarahkannya pada seorang pria

IDNEWS.CO.ID – Seorang polisi menembak sedikitnya seorang pria dalam keributan di Hong Kong.

Tayangan yang disiarkan secara langsung di Facebook memperlihatkan seorang polisi mencabut senjata apinya kemudian bergumul dengan seorang pria di jalan yang diblokade.

Pria lain, yang memakai topeng, mendekati dan polisi tersebut menembaknya pada bagian dada.

Selagi pergumulan berlanjut, sang polisi melepaskan dua tembakan lagi meskipun dalam tayangan itu belum jelas apakah dua peluru itu mengenai orang.

Terjadi sejumlah insiden di berbagai lokasi di Hong Kong. Dalam rangkaian peristiwa itu, polisi melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet.

Apa yang terjadi?

Penembakan berlangsung ketika para demonstran berupaya memblokade persimpangan di Sai Wan Ho di bagian timur laut Hong Kong.

Polisi memastikan seorang anggotanya “mencabut revolver dinasnya” dan “seorang pria ditembak”.

Setelah kena tembak, tayangan memperlihatkan sang pria terbaring dengan mata terbuka dan darah di sekitarnya.

Dia menjalani operasi dan dalam kondisi kritis, seorang juru bicara dinas rumah sakit kepada BBC.

Juru bicara tersebut mengaku tidak tahu apakah ada orang kedua yang menjadi korban.

Aparat mengatakan di dua tempat terpisah, polisi mencabut senjata api dari sarungnya.

Akan tetapi, kepolisian membantah laporan “benar-benar salah dan keji” yang menyebut aparat memerintahkan anggotanya “menggunakan senjata api secara ceroboh” dalam operasi Senin (11/11).

Ini adalah ketiga kalinya kepolisian menembak seseorang dengan peluru tajam sejak demonstrasi di Hong Kong dimulai pada Juni lalu.

Insiden pertama terjadi pada 1 Oktober ketika China merayakan 70 tahun kekuasaan komunis. Insiden berikutnya adalah pada 4 Oktober saat seorang remaja pria kena tembak pada bagian kaki.

Ada kejadian apa lagi?

Sebagian besar demonstrasi berlangsung pada akhir pekan. Namun, para demonstran menyerukan mogok massal pada Senin (11/11).

Selain insiden penembakan, kejadian lainnya mencakup:

Kepolisian menjuluki para pegiat dengan sebutan demonstran radikal yang melakukan “tindakan ilegal meluas”. Para demonstran diminta untuk berhenti tindakan yang mengancam keselamatan dan menghalangi polisi.

Aksi kekerasan terkini berlangsung setelah seorang pelajar tewas pada Jumat akibat jatuh dari pinggir parkir mobil lantaran mencoba kabur dari tembakan gas air mata polisi. (ach)

 

LEAVE A REPLY