Ilustrasi borgol. Foto: Radar Sukabumi

IDNEWS.CO.ID – Mantan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng ditangkap oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) tadi malam, Kamis, 6 Agustus 2020. Lim ditangkap tak lama setelah dia tiba di markas MACC untuk diinterogasi.

Dilansir dari laman The Straits Times, Jumat, 7 Agustus 2020, Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratis tersebut akan menghadapi dua dakwaan terkait proyek terowongan bawah laut. Dia juga akan menjalani persidangan dalam kasus lain di Pengadilan Penang minggu depan.

Lim didakwa melakukan penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan yang berkaitan dengan proyek terowongan senilai RM 6,3 miliar selama menjabat sebagai Menteri Utama Penang. Kemudian, penyalahgunaan kekuasaan di kasus yang lainnya.

Jika terbukti bersalah, dia bisa menghadapi hukuman 20 tahun penjara atas setiap dakwaan.

MACC telah menyelidiki proyek terowongan bawah laut selama hampir tiga tahun. Penyelidikan tersebut tampaknya akan gagal setelah serangkaian penangkapan pengusaha dan pejabat yang terkait dengan proyek tersebut pada 2018.

Namun, mereka memperoleh momentum lagi setelah runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan (PH), di mana Lim menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Komisi tersebut memeriksa beberapa politisi Penang beberapa pekan terakhir termasuk pengganti Lim sebagai Menteri Utama, Chow Kon Yeow.

Lim sebelumnya menghadapi tuduhan korupsi atas pembelian sebuah bungalow di bawah harga pasar pada tahun 2016, tetapi secara kontroversial dicabut pada tahun 2018 oleh Jaksa Agung Tommy Thomas, beberapa bulan setelah PH memenangkan kekuasaan federal.

Menteri Hukum De Facto Takiyuddin Hassan baru-baru ini mengatakan MACC dapat melanjutkan penyelidikannya terhadap kasus pembelian bungalo Lim.

Lim adalah Menteri Utama Penang antara 2008 dan 2018, dan studi awal untuk terowongan dimulai pada masa pemerintahannya pada 2016. Proyek terowongan ambisius ini dijadwalkan selesai pada tahun 2025. (ach)

LEAVE A REPLY