Ilustrasi Gedung KPK

IDNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merencanakan pengecekan pada Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim alias Nunik, Rabu (13/11/2019).

Chalim akan diperiksa terkait perkara dugaan korupsi penyediaan barang dan layanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

“Ia akan diperiksa sebagai saksi untun tersangka Mus (Mustafa, mantan Bupati Lampung Tengah),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat di konfirmasi.

Nunik diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Lampung Timur. Didapati, sebelum memegang Wakil gubernur Lampung, Nunik sudah pernah memegang sebagai orang nomor satu di Lampung Timur dan jadi wanita pertama yang menempati pos jabatan ini.

Dalam masalah ini KPK mengambil keputusan Mustafa sebagai tersangka perkara dugaan suap dan gratifikasi. Mustafa diduga terima hadiah atau janji terkait dengan penyediaan barang dan layanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun biaya 2018 dan penerimaan-penerimaam hadiah atau janji yang lain dari calon relasi proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah.

Mustafa diduga terima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kira-kira fee sebesar 10 persen sampai 20 persen dari nilai proyek. Keseluruhan dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa ialah sebesar sekurang-kurangnya Rp 95 Miliar dari masa waktu Mei 2017 sampai Februari 2018.

Secara detail, Mustafa terima Rp 58,6 milyar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon relasi, dan sebesar Rp 36,4 milyar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon relasi.

Tidak cuma Mustafa, terkait perkara ini, KPK menangkap Pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto alias Awi dan pemilik PT Purna Ajang Yudha, Simon Susilo. Kedua pengusaha ini diduga memberikan suap pada Mustafa untuk menyelesaikan proyek di lingkungan Pemkab Lampung Tengah. (fat)

LEAVE A REPLY