Ilustrasi Hukum. Foto: SINDOnews

IDNEWS.CO.ID – Kuasa hukum empat pengamen salah tangkap Oky Wiratama Siagian meminta Instansi Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan pada kliennya yang jadi korban. “Walau belum ada ultimatum pada pengamen, tidak ada kelirunya kami ‘notice’ dari mula persidangan ini, yang mana korbannya yaitu beberapa anak,” tutur Oky Wiratama Siagian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, para korban salah tangkap itu harus dikasih perlindungan biar tetap bisa beraktivitas dengan tenang. Dia mengatakan kliennya, ialah Fikri Pribadi (23), Fatahillah (18), Arga Samosir alias Ucok (19), dan Muhammad Bagus Firdaus alias Pau (22) mendapatkan tukar rugi karena jadi korban salah tangkap.

Dia mengatakan, tuntutan itu berdasarkan ketetapan dari Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan keempat pengamen tidak bersalah melalui Ketetapan Nomor: 131 PK/Pos.Sus/2016. Pengamen itu pernah divonis penjara oleh pengadilan, tetapi bebas dari kurungan setelah proses kasasi di Mahkamah Agung.

Dalam sidang ini hari (Selasa, 23/7/2019), Faksi termohon dalam perkara salah tangkap empat pengamen Cipulir, ialah Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Kementerian Keuangan menolak semua asas empat pengamen (pemohon) dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perwakilan Polda Metro Jaya, AKP Budi Novianto dalam pembacaan jawaban termohon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan menolak permohonan tukar rugi para pemohon. “Menyatakan menolak untuk membayar tukar, kerugian material pada para pemohon sebesar Rp662,4 juta dan kerugian imaterial sebesar Rp 88,5 juta,” tutur ia. (fat)

LEAVE A REPLY