Massa di Jatibaru, Jakarta Pusat, lempari polisi

IDNEWS.CO.ID – Beberapa waktu lalu, telah beredar informasi ke berbagai media cetak,elektronik ,media online dan bahkan media sosial, sejak tanggal 20 Mei 2019 malam hingga saat ini, merugikan nama baik Mayjen TNI (Purn) Soenarko mantan Komandan Jendral Kopassus (2007-2008). Yakni dikaitkan dengan suatu sangkaan dugaan keterlibatan penyeludupan senjata api maupun kerusuhan tgl 22 Mei 2019, yang sangat mengabaikan prinsip “cover both side”.

Zainal Abidin SH MH dari Tim Kuasa Hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko-Advokat Senopati 08 mengatakan, apa yang dialami Soenarko itu telah mendahului proses penyelidikan, sehingga lahirlah yang disebut Trial By Press. “(Ini) sebuah peradilan yang sangat keji, demi target murahan membunuh karakter yang bersangkutan,” ujar dia dalam konferensi pers di Hotel Century Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Tim Kuasa Hukum Mayjend (Purn) Soenarko.

Menurut dia, terkait dengan masalah tersebut, Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia. Selain itu, Soenarko juga tidak pernah melakukan, maupun menyuruh melakukan perbuatan atau terlibat kericuhan 21-22 Mei 2019, seperti yang di maksud surat Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Umum Nomor: B/98-5a.subdit I/V/2019/Dit Tipidum,perihal pemberitahuan dimulainya penyidikan tanggal 18 Mei 2019.

“Negara ini negara hukum, sudah sepatutnya hormati Tahapan nya dan juga hormati HAM seseorang, yang dijamin Undang Undang, jangan dibentuk opini bahwa Mayjen TNI (Purn) Soenarko seperti seorang penjahat, seharusnya Gunakan Asaz hukum praduka tak bersalah,” tegas Zainal.

Konferensi pers yang juga dihadiri Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo, beserta anggota Tim Kuasa Hukum Mayjen TNI (Purn) Soenarko-Advokat Senopati 08, yakni Firman Nurwahyu, SH dan U.Susiasih, SH. Di akhir pernyataannya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas Penangkapan para purnawirawan TNI-Polri tanpa memandang Hak Azasi Manusia dan juga tanpa memandang jasa Perjuangan mereka mengabdi berkorban jiwa raga. (ach)

LEAVE A REPLY