Ilustrasi Kondom. Foto: Merdeka

IDNEWS.CO.ID – Minimnya edukasi berkenaan kesehatan dan organ reproduksi membuat banyak remaja mencoba-coba melakukan aktivitas seksual di umur benar-benar dini. Soal ini tersingkap hasil dari survey Durex, pada 500 remaja di lima kota besar di Indonesia, ialah Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Yogyakarta.

“Antara para responden remaja ini, ada 33 persen yang sudah merasakan aktivitas seks penetrasi, dimana kebanyakan dari mereka (58 persen) mengalami hal tersebut di usia 18- 20 tahun,” papar Direktur CSR Reckitt Benckiser Indonesia, dr. Helena Rahayu Wonoadi, saat menerangkan hasil survey, di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Soal ini, menurut Helena jadi seperti barisan tertentu buat para remaja. Dimana mereka mendapatkan tanda pubertas pertama di usia 12-17 tahun, selanjutnya terima pendidikan seks mereka pada usia 14-18 tahun, dan sebagian besar dari mereka merasakan pengalaman seks penetrasi pertama mereka pada usia 18-20 tahun.

“Bahkan juga dari survey itu pula mengatakan jika cuma 50 persen antara para remaja yang menggunakan kontrasepsi saat melakukan aktivitas seksual penetrasi.”

Sejumlah besar remaja mendalami utamanya kondom sebagai alat kontrasepsi. Tapi mereka sepakat jika penggunaan kondom akan membuat aktivitas seksual mereka tidak nyaman.

“Kala aktivitas seks penetrasi, cuma 37 persen remaja yang rasakan kondom penting dan diperlukan, sementara 28 persen dari mereka sepakat jika kondom penting tapi mengganggu kenyamanan aktivitas seks penetrasi,” ujarnya .

Oleh maka itu penting untuk memberikan edukasi dini pada remaja tentang organ reproduksi seksual. Dia mengatakan jika penting buat orang tua untuk berlaku lebih terbuka dan ramah dan membuat perubahan cara mereka mendidik dan berkomunikasi. (ria)

LEAVE A REPLY