Ilustrasi

IDNews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melalui Komisi A (bidang pertanahan) DPRD DKI Jakarta akan membuat tim kecil untuk mengatasi dugaan penyerobotan lahan seluas lebih dari 40 hektare di Rawa Rototan, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, oleh PT Mitra Sindo Makmur (MSM).

Lahan beberapa puluh hektare itu punya tiga pihak. Yaitu, keluarga Chairul seluas 8, 7 hektare, ahli waris H Soleh seluas 22, 7 hektare, dan PT Taman Gapura Indah Jaya (TGIJ) seluas 9, 3 hektare. ” Kita akan membuat tim kecil, dan minggu depan tim itu ke BPN untuk mengklarifikasi dokumen punya pihak-pihak ini dengan data yang berada di BPN, ” tutur Ketua Komisi A Riano P Ahmad dalam rapat dengar pendapat dengan ketiga pemilik lahan tersebut di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/2) kemarin.

Dari rapat itu tersingkap bila penyerobotan lahan berawal saat PT Mitra Sindo Makmur yang disebut perusahaan patungan pada pengusaha Indonesia dengan pengusaha Singapura, akan mendirikan perumahan mewah dan apartemen di Rawa Rorotan, komplit dengan fasilitasnya.

Oleh Pemprov DKI, pengembang kakap ini diharuskan mendirikan waduk di lahan Pemprov DKI. Berdasarkan Surat Sekda DKI Saefullah nomor 4053/-1. 793. 43 tertanggal 28 Oktober 2015 diketahui bila Izin Peruntukan Pemakaian Tanah (IPPT) perusahaan itu yang bernomor 1622 Tahun 2009 dan di keluarkan pada 23 Oktober 2009, sudah kadaluarsa dan untuk mendirikan waduk itu dianjurkan membebaskan lahan yang masih dikerjakan warga.

Tetapi, alih-alih mematuhi surat itu, PT Mitra Sindo Makmur mendirikan waduk yang luasnya mencapai 15 hektare itu di lahan punya PT TGIJ dan lahan punya ahli waris H Soleh. Dari 9, 3 hektare lahan punya PT TGIJ, yang diserobot untuk pembangunan waduk seluas 6 hektare. Bekasnya jadikan jalan.

Sementara dari 22, 7 hektare lahan punya ahli waris H Soleh, yang diserobot untuk jadikan waduk seluas 9 hektare. Bekasnya untuk jalan dan sebagainya. ” Kami tak keberatan lahan kami digunakan, tapi kami minta ubah rugi, ” tegas Suradi Rahmat dari PT TGIJ.

Lahan punya keluarga Chairul ada agak jauh dari waduk, dan lahan itu diantaranya juga jadikan jalan. Chairul mengatakan, NJOP di Cakung Timur sekarang ini sekitar Rp2, 2 juta/m2. ” Jadi, dengan luas lahan kami yang diserobot mencapai 8, 7 hektare, kalkulasi saja berapakah kerugian kami. Karenanya, kemana akan kami kejar, ” kata dia.

Riano menyadari, rapat dengar pendapat hari ini adalah yang keempat, dan rapat ini digelar berdasarkan laporan ketiga pihak yang lahannya diserobot itu. ” Tapi empat kali kami rapat, Sekda, pihak PT Mitra Sindo Makmur dan Dinas DPM-PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Service Terpadu Satu Pintu) sebagai SKPD yang mengeliarkan izin, tak sempat ada walau kami undang. Bila pada rapat setelah itu mereka juga tak ada, dapat kami panggil paksa, ” tegas politisi PPP itu.

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana yang turut memimpin jalannya rapat, meminta pada lurah Cakung Timur dan camat Cakung supaya berlaku tegas. Hingga ke depan, tidak ada sekali lagi persoalan penyerobotan tanah di Jakarta. ” Karena penyerobotan ini jelas adalah sebuah kejahatan, ” kata dia. Ia bahkan mengharapkan, DPM-TPST mencabut IPPT yang diterbitkan untuk PT Mitra Sindo Makmur. (ndi)

LEAVE A REPLY