Ilustrasi Keputihan

IDNews.co.id – Keputihan jadi diantara keadaan yang paling menakutkan untuk para wanita. Karena keputihan terkait dengan keadaan kesehatan reproduksi, dan masalah kesehatan yang serius.

Padahal dalam definisi medis, keadaan ini yaitu suatu hal yang alami. Keputihan yaitu diantara mekanisme badan untuk bersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil dapat juga mengalami keputihan yang terkait dengan kehamilan.

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan keluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang di produksi kelenjar dalam vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sembari membawa beberapa sel mati dan bakteri jadi vagina tetap bersih.

Keputihan yang normal diikuti dengan jumlah, warna, dan kekentalan lendir. Lendir yang normal kebanyakan berwarna bening sampai keputih-putihan dan tidak berbau. Lendir itu juga biasanya tidak diiringi gatal-gatal atau rasa perih pada daerah vagina.

Diluar itu, keputihan juga bergantung pada siklus menstruasi yang dihadapi oleh seorang wanita. Misalnya, jumlah lendir semakin lebih banyak semasa subur atau menyusui.

Yang perlu diwaspadai yaitu saat keputihan memiliki gejala berlainan, Anda baiknya siaga. DIlansir laman WebMD, keputihan yang tidak normal terkadang dapat memberikan indikasi terdapatnya penyakit spesifik.

Umpamanya, ada perubahan pada warna dan kekentalan lendir, jumlah lendir yang berlebihan, bau lendir yang tajam, pendarahan diluar jadwal haid, dan rasa gatal di sekitar vagina dan nyeri pada perut.

Diluar itu, keputihan yang tidak normal juga diikuti dengan perubahan warna dan kedisiplinan, terdapatnya bau, dan terdapatnya gatal atau nyeri.

Lalu, apa yang perlu dilakukan jika keadaan itu terjadi. Ada beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat Anda aplikasikan.

1. Jaga supaya vagina tetap kering dan tidak lembap dengan selamanya mengeringkannya setelah buang air kecil.

2. Jauhi membersihkan vagina dengan cairan pembersih karena berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya. Sebisa mungkin, cuma pakai air saja.

3. Jauhi pemakaian minyak wangi dan bedak pada vagina.

4. Diluar itu jauhi pemakaian produk spesifik yang sanggup menimbulkan iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina. Umpamanya, pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat membersihkan celana dalam, pembalut beraroma/berparfum, tisu toilet beraroma atau tisu basah.

5. Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang. Yoghurt atau suplemen yang memiliki kandungan laktobasilus juga baik dikonsumsi.

6. Jauhi terus-terusan berendam pada air panas.

7. Bersihkan pakaian dalam dengan air hangat

8. Ganti pembalut dengan teratur saat datang bulan.

9. Jaga kebersihan daerah intim Anda. (ndi)

LEAVE A REPLY