Pemeriksaan virus corona atau pneumonia Wuhan di Korea Selatan.

IDNEWS.CO.ID – Di tengah kekhawatiran bahwa penyakit seperti pneumonia, yang diduga pertama kali terjadi di Wuhan, China tengah, menyebar dengan cepat dan luas, Korea Selatan meningkatkan upaya screening dan karantina.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona Wuhan di negara mereka, terutama menjelang libur Tahun Baru Imlek selama empat hari minggu ini. Penyakit mirip SARS tersebut telah dipastikan masuk ke Korea. Demikian menurut badan perlindungan kesehatan Korea, dilansir dari laman Allkpop, Kamis, 23 Januari 2020.

Korea Selatan sendiri pertama kali melaporkan kasus virus corona baru pada hari Senin, 20 Januari 2020 kemarin, ketika seorang warga China yang tiba di Bandara Internasional Incheon, gerbang utama negara itu sehari sebelumnya, dinyatakan positif tertular virus tersebut.

Bandara di seluruh Korea pun kini telah melakukan pemantauan, memeriksa penumpang dari China dan negara lain untuk tanda-tanda penyakit. Pemerintah setempat juga mempercepat upaya karantina untuk menahan virus selama musim liburan Tahun Baru Imlek.

Kota Seoul juga telah membentuk tim karantina 24 jam yang terdiri dari para ahli, untuk menangani kasus-kasus yang dicurigai. Sebanyak 25 pusat kesehatan di Seoul pun telah diberi instruksi tentang cara memeriksa orang dengan gejala terjangkit virus corona Wuhan.

Gejala umum penyakit ini adalah demam, batuk, tenggorokan serak dan kesulitan bernapas.

Diprediksi bakal terjadi peningkatan gerakan di dalam dan luar negeri pada liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai Jumat besok, 24 Januari 2020. Tentu, hal ini berpotensi mengekspos lebih banyak orang terhadap virus tersebut, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

China sendiri mengatakan, virus itu telah menewaskan sembilan warganya sejauh ini. Sementara, lebih dari 440 orang dipastikan terinfeksi.

Beijing berjanji untuk mengumpulkan semua sumber dayanya untuk menahan penyebaran penyakit ini lebih lanjut, terutama karena negara itu juga akan merayakan Tahun Baru Imlek dengan orang-orang pada umumnya mendapatkan waktu libur hingga akhir bulan, sehingga mereka dapat mengunjungi keluarga dan teman-teman.

Jepang, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat juga telah melaporkan kasus penyakit tersebut yang dikonfirmasi di negara mereka.

KCDC mengatakan, semua fasilitas medis regional setempat akan diminta untuk memberikan perawatan ekstra untuk mengidentifikasi kasus-kasus yang dicurigai dan untuk memperkuat disinfeksi fasilitas mereka.

Sebagai informasi, 16 kasus yang dicurigai telah dilaporkan di Korea, tetapi 11 dari orang yang diduga penderita dilepaskan dari isolasi setelah tes menunjukkan bahwa mereka tidak terjangkit virus. Hasil tes untuk empat kasus yang dicurigai baru akan keluar nanti.

Virus corona baru pertama kali dilaporkan di China akhir tahun lalu. Awalnya, virus ini diyakini ditularkan ke manusia dari hewan. Tetapi sekarang diketahui menular dari orang ke orang, meskipun korban mungkin tertular virus dengan melakukan kontak dengan air liur dan cairan tubuh lainnya.

LEAVE A REPLY