Ilustrasi Hukum. Foto: GrandMedia

IDNEWS.CO.ID – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Idrus Marham, terdakwa perkara suap terkait pengurusan proyek PLTU Riau-1.

Dikutip laman MA, mahkamahagung.go.id, ketentuan itu dikeluarkan pada 2 Desember 2019. “Kabul,” tuliskan MA dalam amar pada Selasa, 3 Desember 2019.

Majelis hakim agung yang memutuskan ialah Krisna Harahap, Abdul Latief dan Suhadi. Permintaan itu masuk pada 2 Oktober 2019 dengan nomor daftar nomor 3681 K/PID.SUS/2019.

Kuasa hukum Idrus Marham, Samsul Huda membetulkan bab ketentuan kasasi MA itu. “Iya benar. (Hukuman) turun jadi dua tahun,” pungkasnya saat dihubungi Selasa, 3 Desember 2019.

Sebelumnya, pada 23 April 2019, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Idrus Marham dengan hukumam 3 tahun penjara karena dianggap dapat dibuktikan terima suap terkait pengurusan proyek PLTU Riau-1. Tidak cuman penjara, mantan Menteri Sosial itu diganjar hukuman denda Rp150 juta subsider dua bulan kurungan.

Idrus Marham selanjutnya ajukan banding. Dalam ketentuan banding pada Selasa, 9 Juli 2019, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Idrus berubah menjadi lima tahun penjara. Ia harus membayar denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Atas ketentuan banding itu, faksi Idrus Marham ajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). (ndi)

LEAVE A REPLY