Salat

IDNEWS.CO.ID –  Sholat Dhuha dikenal sebagai sholat untuk meminta rezeki. Sholat dilaksanakan pada pagi hari, yaitu setelah terbit fajar dan sebelum waktu dzuhur.

Sholat Dhuha termasuk sholat sunnah yang istimewa. Di Indonesia, sholat Dhuha diperkirakan dilakuan antara pukul 8 hingga sekitar pukul 11 pagi. Salah satu janji Allah untuk mereka yang melakukan sholat Dhuha adalah mencukupkan rezeki hambaNya. Itu sebabnya banyak yang mengaitkan sholat Dhuha dengan permohonan agar Allah SWT memuluskan rezeki mereka.

Apa saja manfaat sholat Dhuha? Dikutip dari dalamislam.com, inilah enam manfaat sholat Dhuha yang akan hijabers dapatkan jika melakukannya.

1. Pahalanya seperti sedekah

Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :

“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”

2. Allah berjanji mencukupi kebutuhannya

Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah SAW Yang bunyinya : “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu.”

3. Meraih keuntungan lebih cepat

Hal ini terjadi di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya kemenangan. Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.

Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut. Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

4. Mendapat rumah di surga dan mendapatkan pintu khusus

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

Hadis lain tentang pintu khusus di surga diriwayatkan oleh At Thabrani. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,

“sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)

5. Mendapat pahala haji dan umrah

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

6. Menggugurkan dosa

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

LEAVE A REPLY