Anak Agung Gde Agung Bharata (Ida Bhagawan Blebar Gianyar) Bupati Gianyar, Bali periode 2003-2008 dan 2013-2018 saat menemui Bupati Gianyar, Bali I Made Agus Mahayastra di ruang kerja Bupati Gianyar, Bali, Rabu (17/7/2019).

IDNEWS.CO.ID – Bupati Gianyar, Bali periode 2003-2008 dan 2013-2018, Anak Agung Gde Agung Bharata menerima penganuegrahan tanda kehormatan Satya Lancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (RI). Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEC) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Penganugerahan Satya Lancana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang telah melaksanakan praktik tata kelola pemerintahan yang baik sejalan dengan platform tata kelola pelayanan publik dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diukur melalu hasil EKPPD (Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah).

Bupati Gianyar periode 2003-2008 dan 2013-2018, Anak Agung Gde Agung Bharata menyampaikan rasa syukur atas anugerah tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih penghargaan ini telah melengkapi kebahagiaan tertinggi untuk saya yang sedang menjalani proses Dwijati yakni proses kelahiran kembali secara spiritual,” ungkap Anak Agung Gde Agung Bharata saat ditemui di ruang kerja Bupati Gianyar, Rabu (17/7/2019).

Bertepatan dengan penghargaan Satya Lancana Karya Bhakti Praja Nugraha, AA Gde Agung Bharata juga mendapatkan gelar “Ida Bhagawan Blebar Gianyar” yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, pada Selasa (16/7/2019). “Sebagai seorang Sulinggih, saya semakin memantapkan langkah untuk menjalani kehidupan spiritual, ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan alam melalui lantunan doa, karena saya sudah tidak mampu untuk mengabdi secara fisik,” ujarnya.

AA Gde Agung Bharata juga meminta maaf karena tidak bisa berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut. “Saya meminta maaf kepada Pemerintah Pusat, kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden saya belum boleh meninggalkan tempat sebelum lewat waktu 11 hari setelah padiksan,” jelas Ida Bhagawan.

Ia juga menambahkan hal tersebut sudah merupakan bagian dari etika, norma dan adab proses Kesulinggihan. “Jadi tidak boleh saya langgar, Saya juga telah menemui Bapak Bupati Made Mahayastra untuk menyampaikan bahwa saya meminta maaf tidak bisa berangkat ke Jakarta,” tambah AA Gde Agung Bharata.

Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengatakan, penganugerahan yang diterima Ida Bhagawan selaku mantan Bupati merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar. “Ini merupakan prestasi dan sejarah yang ditorehkan Ida Bhagawan saat beliau menjabat sebagai Bupati. Ida Bhagawan telah membangun pondasi praktik tata kelola pemerintahan yang baik di Gianyar,” tutur Made Mahayastra

“Saya selaku Bupati yang memimpin pemerintahan di Gianyar sekarang tinggal melanjutkan apa yang telah Beliau mulai, dengan perbaikan bila diperlukan, dan inovasi. Saya mewakili masyarakat Kabupaten Gianyar sangat berterima kasih kepada Ida Bhagawan Blebar Gianyar karena telah membuka jalan bagi pemerintahan yang sekarang untuk menjadi lebih baik lagi dalam pelayanan publik,” tutup Made Mahayastra. (ndi)

LEAVE A REPLY