Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

IDNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta didesak segera mengisi sejumlah posisi pejabat eselon dua di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang masih lowong dengan pejabat definitif. Saat ini sejumlah posisi lowong tersebut diisi oleh pelaksana harian (plh).

Antara lain kepala dinas perumahan dan pemukiman, kepala dinas UMKM, wakil kepala badan pendapatan daerah, dan sekretaris DPRD DKI Jakarta. Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengungkapkan, kini pandemi Covid-19 di ibu kota sudah mudah mereda.

Artinya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah bisa memikirkan hal lainnya di luar penanganan Covid 19. Seperti mengisi sejumlah posisi eselon dua yang sudah enam bulan lebih kosong dan diisi plh.

“Tentunya kondisi ini sangat krusial bagi jalannya roda organisasi di lingkungan Pemprov DKI. Idealnya, posisi PLH itu diisi paling lama enam bulan, kalo lewat dari enam bulan, sebaiknya Anies segera menunjuk pejabat definitif. Apalagi saat ini sedang pembahasan APBD DKI 2021,” ujar dia kepada idnews.co.id, Kamis (1/7/2020).

Amir mengungkapkan, dua solusi mengatasi kondisi kekosongan ini. Pertama, Anies bisa memberdayakan pejabat yang masuk kategori job fit yang saat ini diperbantukan di tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) sesuai dengan bidang tugasnya. Sehingga Anies tidak perlu mengadakan seleksi terbuka.

Kedua, lanjut dia, Anies bisa melakukan seleksi terbuka dalam pengisian jabatan-jabatan yang lowong tersebut dengan menugaskan sekretaris daerah untuk membentuk panitia seleksi (pansel).

“Dari dua solusi ini tinggal tergantung Gubernur selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) memilih yang mana. Apalagi yang saya dengar 1 hingga 2 bulan kedepan banyak pejabat eselon dua yang memasuki masa pensiun. Tentunya ini harus segera disikapi agar roda organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya,”beber dia.

Untuk itu, Amir menyarankan kepada sekretaris daerah selaku ketua pansel dan kepala badan kepegawaian daerah (BKD) selaku sekretaris pansel untuk memberikan masukan-masukan kepada Gubernur terkait kondisi ini. “Karena bagaimana pun juga jika kondisi dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan masalah dikemudian hari,” tegas dia.

Hal serupa diungkapkan Anggota Komisi A (bidang pemerintahan) DPRD DKI Jakarta Jamaludin. Politisi muda Partai Golkar itu mendesak Gubernur Anies Baswedan segera memilih pejabat yang memang sudah sesuai menempati jabatan tersebut. “Jangan terlalu lama dibiarkan kosong. Gubernur harus segera memilih pejabat yang sesuai dari segala sudut pandang,” tandas dia.

Politisi asli Rawa Bambon, Ciracas, Jakarta Timur itu juga mengatakan, Gubernur Anies terlihat sangat sibuk mengurusi Pandemi Covid 19 saat ini namun seakan melupakan kondisi di internal Pemprov DKI. “Ibarat rumah, pak gubernur sibuk mengurusi orang lain, tapi melupakan kondisi internal anak buahnya,” pungkas Jamal. (fat)

LEAVE A REPLY