IDNews.co.id – Pemandangan yang umum terjadi adalah sejumlah tempat wisata diserbu pengunjung pada liburan lebaran. Kondisi pengunjung yang penuh sesak tentu mengurangi kenyamanan berwisata. Maka tidak ada salahnya, pada momen libur lebaran kali ini mencari tempat-tempat tujuan altetnatif.

Ingin menikmati wisata bahari di pulau kecil berpasir putih? Silakan datang ke Pulau Camba-cambang, di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).  Pangkep memang terkenal sebagai Kabupaten dengan pulau terbanyak di Sulsel. Terdapat banyak gugusan pulau di Pangkep. Di antaranya, Pulau Camba-cambang yang terletak di Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.

Menuju Camba-cambang hanya butuh waktu 20 menit dari pusat Kota Pangke. Melalui dermaga Maccini Baji, kemudian melewati jalur laut dengan menggunakan kapal kecil. Saat berada di atas kapal, pengunjung sudah dijamu dengan pemandangan indah pulau berpasir putih. Ada jejeran cottage berwarna cokelat yang tertata apik menyambut setiap pengunjung.

Pulau Camba-cambang menjadi destinasi wisata terbaru Pangkep saat ini. Tak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga sering datang ke kawasan ini. Pemerintah Kabupaten Pangkep telah menyiapkan sejumlah fasilitas di pulau ini. Selain cottage, ada pula spot centre, water boom dan gazebo. Tak perlu membawa bekal, karena di pulau ini sudah ada pedagang yang menjajakan makanan dan minuman.

Di sini, pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih yang indah. Begitupun dengan air pantai yang sangat jernih. Saat pagi atau sore hari, pengunjung bisa melihat matahari terbenam dan terbit dengan jelas. Suasana pulau juga tidak terlalu panas. Ada banyak pepohonan yang ridang.

“Vilanya sangat cantik untuk berfoto, airnya juga sangat jernih,” kata seorang salah satu pengunjung, Ela. Ia sengaja datang bersama sejumlah teman mahasiswanya dari salah satu perguruan tingi ternama di Makassar. “Kita penasaran, karena di foto sangat cantik. Jadi langsung ke sini, dan hasilnya memang pulau ini sangat indah,” katanya.

Menariknya, gazebo yang tersedia di pulau tersebut tidak dipungut bayaran. Begitupun dengan villanya. Hanya untuk menginap, dikenakan biaya Rp100 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkep, Ahmad Djamaan mengatakan, pemerintah akan tetap menjaga potensi wisata bahari di pulau itu. Dia mengaku, pulau itu adalah salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Pangkep.

Sementara itu, ternyata ada sejarah di balik keindahan Pulau Camba-cambang. Konon kabarnya, daerah ini adalah pulau perbatasan Kerajaan Gowa dan Bone. Saat berdiri di pulau ini, maka ada dereten pulau-pulau lainnya di sebelah barat.

Semuanya pulau di sebelah barat itu memiliki nama dengan awalan “Sa”. Di antaranya, Saugi, Sabangko, Satando, Salemo, Sagara, Sakuala. Inilah pulau yang masuk wilayah kerajaan Bone kala itu.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkep, Ahmad Djamaan menambahkan, nama Cambang-cambang berasal dari pohon asam yang tumbuh di pulau itu. Pohon asam dalam bahasa Makassar dikenal dengan sebutan camba.

Konon katanya, di pulau tersebut adalah pulau tak berpenghuni. Awalnya ada dua pohon asam yang tumbuh berdampingan di pulau itu. Warga kerap menafsirkan kedua pohon ini sebagai pasangan suami istri.

“Berawal dari situlah, jadi pulau tak berpenghuni tersebut diberi nama Pulau Camba-cambang, yang artinya pulau yang ditumbuhi pohon camba yang bercambang,” ungkapnya. Namun, sayangnya pohon camba tersebut tumbang akibat diterjan angin kencang pada 14 April 2008. Terlebih lagi bibit pohon asam yang cambang juga sudah tidak dapat ditemukan lagi. (ndi)

LEAVE A REPLY