IDNews.co.id – Konferensi pers pra-event MotoGP Austria di Spielberg, Kamis (10/8) waktu setempat mendadak meledak dengan tawa. Itu gara-gara Valentino Rossi.

Dalam sesi tersebut, datang pertanyaan untuk Rossi. Apakah menyalip Jorge Lorenzo di tikungan terakhir MotoGP Catalunya 2009 adalah aksi favoritnya?

Di Catalunya 2009, Rossi menang dramatis dengan menyalip Lorenzo di tikungan terakhir lap terakhir. Banyak yang berpikir saat itu, Lorenzo sudah tak terkejar lagi. Rossi secara berani melakukan manuver di tikungan terakhir dan merebut kemenangan yang sudah di depan mata rivalnya.

“Saya pikir itu mungkin yang terbaik, terutama karena itu adalah tikungan terakhir,” jawab Rossi, seperti dikutip dari Crash.

“Saya tidak ingat yang lain. Di tikungan terakhir dengan MotoGP. Pertarungan dengan (Casey) Stoner di Laguna Seca 2008 mungkin hampir ada di level yang sama. Namun menyalip Jorge (Lorenzo) lebih seru karena….” ujar Rossi terpotong.

Jawaban Rossi tiba-tiba terhenti oleh peringatan dari Marc Marquez yang duduk di sebelahnya. Marquez menyenggol lengan Rossi lalu menunjuk Sete Gibernau, mantan rider kelas utama (2002-2006, 2009) yang kini bekerja dengan Dani Pedrosa. Kebetulan Gibernau hadir di antara penonton.

“Oh Sete! Sudut terakhir,” kata Rossi. Seisi ruangan pun meledak dalam tawa mendengar jawaban Rossi.

Ya, rivalitas Rossi versus Gibernau menjadi salah satu tontonan paling mendebarkan di MotoGP sejak musim 2003. Di satu seri, MotoGP Spanyol 2005 di Sirkuit Jerez. Insiden kontroversial terjadi di tikungan terakhir lap pamungkas.

The Doctor masuk tikungan bersama Gibernau, Rossi menyalip di tikungan, dari dalam. Terjadi senggolan. Gibernau melenceng keluar hingga di gravel. Rossi mulus memacu motornya ke garis finis. Gibernau kedua. Race direction MotoGP tak menganggap aksi Rossi sebagai pelanggaran.

“Saya ingat. Setelah itu kami punya sedikit masalah. Ya, Sete. Benar itu juga pertempuran di tikungan terakhir yang seru. Namun dengan Jorge juga sungguh hebat,” tandas Rossi. (ndi)

LEAVE A REPLY