Masjid Nabawi beberapa kali diperluas Foto: BBC

IDNEWS.CO.ID – Masjid Nabawi, tempat paling suci kedua buat umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekah ialah masjid yang dibikin sewaktu Nabi Muhammad.

Masjid ini pertama-tama dipasangi listrik pada 1909 bersamaan dengan pemasangan lampu di Semenanjung Arab, menurut Sultan Ghalib Al Quaiti dalam bukunya Kota-Kota Suci, Perjalanan Beribadah dan Dunia Islam .

Nabi Muhammad bangun masjid ini pada tahun pertama setelah pindah dari Mekah ke Madinah – yang saat itu bernama Yathrib.

Al-Masjid Al-Nabawis, nama Arab masjid ini ialah tempat beribadah kedua yang dibikin di Madinah.

Masjid pertama ialah Quba, kata Safiurrahman Al-Mubakarakfuri dalam buku tentang biografi Nabi Muhammad, “The Sealed Nectar” .

Pahala salat di Masjid Nabawi 1.000 kali lipat dibandingkan dengan di masjid lain – terkecuali di Masjidil Haram di Mekah.

Makam Nabi Muhammad dan dua sobat Abubakar dan Umar dan rumah-rumah istri nabi dan pun Raudhah – tempat yang di yakini sebagai taman surga- digabungkan dalam masjid melalui pelebaran yang dilakukan beratus-ratus tahun.

Menurut hadis Al-Bukhari dari Abu Huraira, Nabi Muhammad sempat bersabda, “Di antara rumahku dan mimbar ialah taman surga.”

Sekarang Raudhah atau taman potongan dari surga itu sudah ada juga dalam kompleks masjid.

Masjid ini pada awalnya dibikin di samping rumah Nabi Muhammad pada tahun 632, 1441 tahun lalu dan telah melalui berbagai perencanaan dan pelebaran selama lebih dari 1.400 tahun.

Pelebaran terbesar diminta oleh almarhum Raja Abdullah dan masih berjalan hingga sampai saat ini.

Setelah pelebaran tuntas, masjid didambakan bisa menyimpan sekitar 1,8 juta jemaah.

Raja Saudi ialah penjaga Masjid Nabawi dan pun Masjidil Haram, tempat suci utama umat Islam di Mekah.

Satu diantara masjid terbesar di dunia ini dibikin dengan dekorasi besar ini dan ditambahkan dengan teknologi mutakhir.

Arab Saudi habiskan miliaran riyal dalam pelebaran ini.

Kunjungan ke masjid ini merupakan sisi dari beribadah haji dan umrah tetapi sejumlah besar jemaah selalu mau berziarah ke makam Nabi Muhammad.

Kemampuan

Luas masjid pada awalnya cuma sekitar 30×35 meter, menurut Zafar Bangash, dalam buku ” Histori Masjid Nabawi dan Kubah Hijau ” yang diedarkan dalam majalah bulanan Institute of Contemporary Islamic Thought (ICIT).

Pelebaran dilakukan berulangkali untuk menyimpan jemaah.

Profesor Dr Spahic Omer, dalam makalahnya yang berjudul “Nabi Muhammad SAW dan urbanisasi Madinah” mengatakan masjid itu sekarang sekitar 100 kali semakin besar dari ukuran asli dan tempatnya meliputi hampir semua kawasan kota tua Madinah.

Spahic mengatakan pagar masjid sekarang bersebelahan dengan pemakaman Janatul Baqi, pemakaman yang pada waktu Nabi hidup terletak di pinggir kota Madinah.

Pelebaran yang diminta Raja Abdullah pada 2012 akan bisa menyimpan sekitar dua juta jemaah.

Menteri Keuangan Saudi Ibrahim Al-Assaf, mengatakan gedung masjid meliputi luas 1.060 x 580 meter, dan termasuk pelataran mencapai 1.300 x 785 meter, dengan kemampuan satu juta jemaah dalam dan 800.000 di pelataran masjid.

Arab News melaporkan mencuplik juru bicara masjid Sheikh Abdulwahed Al-hattab yang mengatakan kalau Raja Abdullah meminta pemasangan 250 payung otomatis di ruangan sekitar 143.000 meter untuk melindungi jemaah dari cahaya matahari atau hujan.

Sheikh Hatab mengatakan lebih dari 3.200 orang kerja untuk bersihkan masjid. (fat)

LEAVE A REPLY