Bitcoin. Foto: Reuters

IDNews.co.id – Korea Selatan sedang siaga dalam masalah pembobolan pertukaran mata uang kripto. Masalah terbaru yaitu peretas membobol pertukaran mata uang kripto terbesar ke-7 di Korea Selatan, Coinrail. Pada pembobolan Minggu minggu lalu itu, peretas menggondol sejumlah besar aset Coinrail. Kepolisian turun tangan menginvestigasi masalah ini.

” Kami mengamankan kisah akses dari server Coinrail dan kami sedang dalam sistem untuk mengkaji semua, ” tutur juru bicara kepolisian Korea Selatan dilansir Korean Herald.

Petugas menjelaskan, mereka akan mencari tahu apakah kebocoran Coinrail ini karena peretasan atau masalah jaringan komputer.

Berita Coinrail kehilangan 40 miliar altcoin buat nilai ganti mata uang kripto turun sampai 6, 81 persen jadi 7, 5 juta won atau sekitar Rp97, 2 juta. Angka ini adalah yang paling rendah sejak 12 April 2018.

Untuk membuka insiden itu, Coinrail hingga meminta pertolongan dari lembaga keamanan siber Korea (KISA).

” Kami segera mulai investigasi setelah mendapatkan laporan dari perusahaan. Ini akan berjalan sekitar sebulan untuk mencari tahu pemicunya, ” tutur juru bicara KISA.

Coinrail dalam pernyataannya mengatakan, 70 persen dari semua koin dan token sudah terkonfirmasi aman dan dipindahkan ke penyimpanan off line alias cold wallet.

Masalah peretasan mata uang kripto ini bukanlah pertama kalinya menempa Korea Selatan. Tahun kemarin, penukaran mata uang semacam Youbit mengalami pencurian sampai dua kali pada April dan Desember. Youbit kehilangan sekitar 20 miliar won atau sekitar Rp259, 2 miliar. (ndi)

LEAVE A REPLY