IDNews.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Isnawa Adji terindikasi akan menyerobot lahan milik swasta. Lahan seluas 10 hektare lebih dimaksud yakni milik mantan pengelola TPST Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya (GTJ).

Meskipun lahan itu bersebelahan dengan TPST Bantar Gebang, Bekasi, namun bukan berarti bisa dengan mudah diserobot oleh Dinas LH DKI Jakarta. Guna mempertahankan hak, PT GTJ menantang Dinas LH DKI membeberkan bukti kepemilikan. Bahkan, PT GTJ sudah melayangkan undangan pertemuan agar Isnawa membawa bukti-bukti kepemilikan lahan 10,5 hektare yang selama ini diklaim milik Pemprov DKI Jakarta.

“Bagus dong kalau ada tantangan seperti itu. Sehingga ada titik terang, siapa sebenarnya pemilik lahan itu,” ujar Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah di Jakarta, Kamis (13/9), di Jakarta.

Sejak pemutusan sepihak kontrak kerjasama pengelolaan sampah di TPST Bantar Gebang, Dinas LH dengan GTJ tidak lagi memiliki ikatan hukum apapun. Namun belakangan muncul upaya Dinas LHL mengklaim kepemilikan atas lahan tersebut.

“Sejak pemutusan kontrak sepihak, tidak ada lagi urusan Dinas LH dengan GTJ, serta PT NOEI (Navigat Organic Energy Indonesia) dalam hal TPST Bantar Gebang,” kata Amir.

Dengan demikian jika di kemudian hari ada kerjasama antara Dinas LH dengan PT NOEI, tidak ada lagi kaitannya dengan GTJ. Termasuk saat Isnawa berkirim surat meminta foto kopi sertifikat lahan GTJ seluas 10,5 hektare, itu tak dapat dibenarkan.

Kabarnya, upaya klaim kepemilikan lahan milik GTJ oleh Dinas LH DKI Jakarta lantaran anak buah Gubernur DKI Anies Baswedan itu ingin membantu PT NOEI yang terjerat utang ratusan miliar. Lalu, lahan milik GTJ akan dijadikan jaminannya. Hal ini menimbulkan kecurigaan sejumlah kalangan bahwa ada kongkalikong antara Kepala Dinas LH DKI Isnawa Adji dengan PT NOEI. (fat)

LEAVE A REPLY