Update

Mengenali Jenis Kotoran, Feses dan Pup Bayi

Topik kita kali ini masih bekerjasama dengan makanan bayi, masih juga ada rentetannya dengan sembelit pada bayi. Iyak, mengenai pup bayi. Pada ibu-ibu baru, perubahan tekstur, warna dan busuk pada feses bayi niscaya menjadikan aneka macam tanda tanya serta keraguan. Saya juga pernah mengalaminya, waktu si Cuta kecil, sempat kaget dikala pada umur dua bulan, fesesnya berubah busuk menjadi amat-amat asam. Syukurnya waktu itu sih tidak panik alasannya si kecil tidak rewel.

Nah, sebagai smart mommy, mengenali jenis kotoran bayi bisa jadi pengetahuan dasar. Karena kotoran menunjukan apa yang dimakan oleh bayi, apakah ASI,  susu formula atau sudah menerima masakan padat. Teksturnya pun bermacam-macam, bisa cair, pekat, keras atau lembek.

Selain bekerjasama dengan makanan, feses bayi juga bisa dijadikan indikator kesehatan. Kadangkala seorang ibu gres akan pribadi panik bila pup atau feses bayi berubah tekstur atau warna, dan buru-buru membawanya ke dokter. Nah, biar tidak insiden begitu, ada baiknya bila ibu mengetahui dulu jenis-jenis kotoran pada bayi, entah itu pup bayi yang gres lahir, bayi yang berusia sebulan, enam bulan dan seterusnya.

Diambil dari beberapa sumber, terutama babycenter.com untuk poto-potonya, dan juga mayo clinic.

Artikel Terkait

Kotoran bayi gres lahir

Kotorannya berwarna hijau kehitaman. Umumnya ini ialah feses bayi gres lahir dan disebut dengan mekonium. Sekilas mungkin menyerupai oli. Warnanya pekat menyerupai ini alasannya terbuat dari cairan ketuban, lendir, sel-sel kulit, dan hal-hal lain tertelan dalam rahim. Mekonium kadang tidak begitu berbau, dan berlangsung hanya dalam satu atau dua hari ke depan. Setelah dua sampai empat hari, kotoran bayi akan mulai berubah, berwarna lebih ringan, menjadi hijau dan tidak begitu lengket. Ini artinya bayi mulai mencerna ASI atau susu formula. Dan satu yang melegakan, kanal usus bayi baik-baik saja.

Kotoran Bayi ASI 

Umumnya kotoran  bayi ASI berwarna kuning cerah, dengan konsitensi lembek dengan sedikit cairan serupa diare, dan berisi bintik-bintik menyerupai biji. Baunya tidak begitu menyengat.
Kadang juga berwarna hijau, yang diakibatkan dari masakan yang ibu makan. Jika kotoran bayi berwarna hijau dan berbusa,  itu menunjukan bayi makan terlalu banyak foremilk, atau ASI yang berwarna putih bening, didapatkan di awal-awal menyusui. Biasanya rendah kalori alasannya lemaknya sedikit, beda dengan hindmilk yang pekat.

Sesuai dengan perkembangan bayi, akan ada masa dimana terjadi transisi. Tiba-tiba kotoran bayi begitu berbau asam dan menyengat, padahal biasanya tidak begitu berbau. Ini biasanya terjadi sehabis berumur sebulan. Ini ialah hal yang normal dan mengambarkan fungsi ususnya yang semakin membaik.

Kotoran Bayi dengan susu formula

Warnanya agak pucat, tekstrunya menyerupai selai kacang dengan spektrum warna yang bervariasi. Warna cokelat, kuning-cokelat atau hijau – cokelat. Baunya lebih tajam dibanding bayi ASI namun masih kurang tajam dibandingkan bayi yang sudah mengkonsumsi masakan padat.

Kotoran Bayi dengan perhiasan zat besi 

Warnanya akan menjadi hijau pekat dan hampir hitam dikala menerima perhiasan Zat besi. Namun bila warna ini terjadi bukan alasannya tambahan zat besi dan bukan mekonium, maka ada yang harus diwaspdai. Periksakan si bayi ke dokter.

Kotoran pada Bayi yang mulai MPASI

Perubahan ekstrem pertama akan terjadi pada masa ini. bila bayi mulai makan sereal beras, pisang, bubur bayi dan sebagainya, maka kotorannya cenderung menjadi cokelat, cokelat bau tanah dan teksturnya lebih padat daripada selai kacang. Namun yang normal, tetap lembek.

Jika ada warna-warna lain yang berasal dari sisa makanan, dipastikan itu ialah sisa dari masakan bayi yang tidak tercerna sempurna. Jangan kaget bila menemukan warna oranye wortel, merah dari bit, atau bahkan kulit-kulit buah yang masuk bersama jus atau puree.

Jangan kgawatir bila bayi kekurangan nutrisi alasannya makanannya malah keluar lagi bersama feses. Usus bayi masih belum tepat sehingga tidak bisa mencerna keseluruhan makanan. Makanan yang masuk jadi tidak sepenuhnya rusak, atau bila tidak terkunyah dengan sempurna.

Kotoran bayi yang diare

 Feses cair, berwarna kuning, hijau atau cokelat, seolah meledak dari dalam popok. Bayi diare bisa menjadi tanda benjol atau alergi.

Kotoran Bayi Sembelit

Saat ibu menemukan bulatan-bulatan gelap di popok si kecil, bayi mungkin sedang mengalami sembelit. Terlebih bila bayi tidak nyaman dan disertai darah yang dihasilkan dari iritasi anusnya. Warnanya gelap, bisa cokelat dan sedikit hitam. Yang jelas, pup bayi sembelit sangat keras, bahkan bila ditekan.

Untuk membantu si kecil, ibu bisa mengunjungi artikel mengatasi sembelit pada bayi.

Kotoran Bayi berwarna hijau dan berlendir
Cirinya ialah kotoran si bayi mengkilap, dan menyerupai benang di dalamnya. Kotorannya menyerupai ini kadang bisa terjadi dikala bayi mengeluarkan banyak air liur alasannya lendir pada cairan itu tidak tercerna sehingga muncul pada kotoran.

Ibu hanya perlu khawatir bila bayi juga mengalami tanda-tanda lain menyerupai rewel, atau pupnya selalu menyerupai itu dalam jangka waktu lebih dari dua hari.

Selengkapnya baca di : Kenapa Feses Bayi Berwarna Hijau?

Kotoran bayi berdarah
Kadang-kadang darah dalam kotoran bayi bisa berwarna merah cerah, dan adakala hitam (yang berarti itu sudah dicerna).

Darah bisa muncul dalam kotoran bayi dengan banyak alasan, diantaranya:
* Kotoran normal diwarnai dengan darah merah, yang seringkali merupakan tanda alergi protein susu.
* pup bayi yang sembelit dengan sedikit darah merah, kemungkinan jawaban luka di anus atau wasir kecil.
* Diare bercampur darah merah, yang sanggup mengindikasikan benjol bakteri.

Ketika darah hitam muncul dalam popok bayi – biasanya dalam flek kecil yang terlihat menyerupai opium atau biji wijen hitam – sering kali alasannya bayi ASI dan menelan darah dari puting ibu yang retak dan berdarah. Jika darah berasal dari hal ini, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun penangan yang terbaik perlu dilakukan bila terjadi tanda-tanda mengkhawatirkan lain pada bayi. Maka segeralah hubungi dokter.
.

Back to top button

Adblock Aktif

Mohon Non - Aktifkan Adblock Pada Browser Anda !