Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, FOTO: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, meyakinkan pemerintah tidak halangi Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq yang bermaksud pulang ke Indonesia.

Perihal itu dijelaskan Yasonna di celah acara Pemberian Penghargaan dan Peresmian Desa/Kelurahan Sadar Hukum dan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Kabar Hukum) Award Propinsi Jawa barat Tahun 2019 di Gedung Sate.

“Nggak ada. Nggak ada itu pencekalan,” tutur Yasonna di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu, 4 Desember 2019.

Bahkan juga, Yasonna menyatakan pemerintah memberikan sarana kemudahan jika ada Penduduk Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang mau pulang ke tanah air.

“Nggak ada usaha kita untuk melakukan itu, setiap penduduk negara tidak bisa dibatasi untuk masuk ke Negaranya,” ujarnya.

Seperti diketahui, pencekalan ini diketahui saat Habib Rizieq memberikan sambutan di Reuni 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019, melalui sebuah video. Dalam sambutannya, Rizieq Shihab meminta pemerintah Indonesia berhenti melakukan kebohongan.

Perihal ini terkait masalah dilarangnya Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia. Rizieq Shihab mengutarakan ia dicekal oleh pemerintah Arab Saudi, tapi atas keinginan pemerintah Indonesia.

“Kenapa saya belum dapat pulang sampai ini hari? Lantaran saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi Arabia dengan alasan keamanan atas keinginan pemerintah Indonesia,” ujarnya.

“Oleh karena itu saya meminta terhadap pemerintah Indonesia, sudahlah, mengakhiri semua kebohongan, mengakhiri semua dusta dan bohong ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya. (ndi)

LEAVE A REPLY