Chen Long

IDNEWS.CO.ID – China benar-benar dalam posisi sulit. Bagaimana tidak, mereka terancam memperpanjang catatan buruk di sektor tunggal putra BWF World Championships.

Penyebabnya, tiga dari empat pebulutangkis yang dikerahkan merebut tahta juara dunia telah tumbang. Huang Yuxiang menjadi korban pertama, dia dihajar pebulutangkis Hong Kong, Lee Cheuk Yii di babak 64 besar.

Lalu, giliran Lu Guangzu yang terpaksa angkat kaki dari Kota Basel, Switzerland. Lu kalah dalam duel di babak 32 besar melawan pemain muda Malaysia, Lee Zii Jia.

Dan yang paling menyakitkan bagi China, sang raja raksasa bulutangkis dunia yang telah menyumbang 5 gelar juara dunia ikut tumbang. Dia adalah Lin Dan. Pemain berjuluk Super Dan ini tersingkir dari Kejuaraan Dunia akibat dikalahkan Prannoy HS di babak 32 besar.

Shi Yuqi melakukan selebrasi usai kalahkan Momota.

Saat ini harapan negeri panda hanyalah pada Chen Long. Karena cuma dia yang hingga kini belum terkalahkan. Pemilik gelar juara dunia 2 kali ini masih bertahan dan siang ini, Kamis 22 Agustus 2019 baru akan melakoni dueldi babak 16 besar menghadapi NG Ka Long Angus.

Hanya saja, rasanya sangat sulit bagi China untuk terlalu berharap Chen bisa memboyong medali emas Kejuaraan Dunia ke kampung halamannya.

Sebab, di tahun ini saja prestasi Chen merosot drastis. Sejak awal tahun 2019 dia belum meraih gelar juara apapun. Penampilan terbaiknya cuma bisa finish sebagai runnerup di Malaysia Masters 2019 dan Malaysia Open 2019.

Memang, di Kejuaraan Dunia 2019 ini China tak bisa mengerahkan kekuatan penuh di sektor ini. Sebab, pemain muda andalan mereka, Shi Yuqi sedang terbaring akibat terserang cedera.

China merupakan pengkoleksi gelar juara dunia tunggal putra terbanyak. Total sudah 16 gelar juara dunia yang mereka miliki. Dan terakhir kali mereka mendapatkan gelar juara pada BWF World Championships 2015, melalui Chen Long.

Baca: Duh, Ginting Bakal Bentrok Vs Jonatan Christie di Kejuaraan Dunia

LEAVE A REPLY