Ilustrasi Hukum. Foto: GrandMedia

IDNEWS.CO.ID – Polisi menangkap motivator penampar 10 siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, Agus Setiawan, pada Jumat, 18 Oktober 2019 kemarin. Setelah diamankan, Agus mengatakan khilaf telah melakukan kekerasan pada para siswa peserta seminar kewirausahaan.

“Setelah disidik mengatakan motifnya khilaf. Namun apa pun itu, ini sangatlah mencederai semua pihak terutamanya dunia pendidikan. Ditambah lagi murid yakni generasi bangsa,” kata Kapolres Malang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Alexander, Sabtu (19/10/2019).

Dony mengungkap alur penangkapan Agus. Polisi sebelumnya mendatangi rumah Agus untuk melakukan penangkapan. Nyatanya, Agus tidak ada di rumah tetapi sedang ada di Makassar, Sulawesi Selatan. Agus ada di Makassar karena memiliki skedul isi seminar kewirausahaan.

“Kita tangkap di Lapangan terbang di Surabaya sebelumnya kita bertemu dengan keluarga. Tersangka kooperatif dan siap terima hukum sesuai yang berlaku. Tersangka sempat ke Makassar karena ada skedul pekerjaan. Kita kerjakan komunikasi acara disana digagalkan. Setelah kembali lagi Surabaya langsung diamankan dan dibawa ke Polres Malang Kota,” tutur Dony.

Dony mengungkap, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka. Lantaran melakukan penganiayaan pada anak dibawah usia. Waktu ini polisi bahkan sedang menelusur jejak rekam Agus selama jadi motivator di lingkungan sekolah. Jika ditemukan bukti baru di lain tempat, bukan tidak mungkin hukuman Agus dapat diperberat.

“Sesaat kita kenakan, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pergantian Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto clausal 351 KUHP dengan bahaya hukuman lima tahun kurungan penjara,” ujar Dony.

Tidak hanya itu, polisi telah menyelesaikan proses visum pada 10 siswa korban kekerasan. Hasilnya ditemukan, cedera di bibir, cedera mimisan pada hidung, dan cedera lebam di sejumlah wajah. Dony, mengatakan kekerasan yang diterima menyebabkan trauma terhadap masing-masing siswa.

“Tersangka sudah kita proses. Sesaat 10 korban sudah kita check. Hasil visum ditemukan ,cedera di bibir, mimisan dan lebam. Kekerasan ini menyebabkan trauma jadi tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Dony. (fat)

LEAVE A REPLY