Chief Operating Officer PT. Green City Traffic (GCT), Rosyeni, saat memaparkan jumlah penjualan motor hemat ramah lingkungan, ECGO Bike 2 yang telah dipesan sebanyak 1.210 unit selama acara pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 (GIIAS) yang diliangsungkan dari 18 Juli hingga 28 Juli 2019.

IDNEWS.CO.ID – Perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 menjadi ajang promosi dan menjual produk bagi perusahaan otomotif di tanah air. Salah satunya adalah PT. Green City Traffic (GCT). Mereka meluncurkan motor ramah lingkungan bernama ECGO (Easy Go) Bike II.

Mengapa harga ECGO 2 bisa hanya 4.9 juta, dimana value motor listrik bias 16 jutaan. Harga ECGO 2 hanyalah 1/3 dari harga motor listrik lainnya. Hal tersebut dikarenakan PT GCT menjual unit motor saja, dan batterai lithium yang dipakaikan hanyalah berupa system sewa dan bukan sistem kepemilikan. 1/3 harga sudah berkurang bebannya di customer, dan sisa 1/3 cost dari bagian supply chain yang sudah dipangkas juga. Oleh karena itu ECGO 2 bisa di jual dengan harga Rp4,9 juta.

Dengan sistem penyewaan batterai kami kepada penggina, keunggulan system. Batterai bukan tanggung jawab penuh pengguna, karena kalua batterai ialah tanggung jawab pengguna maka kerusakan setelah penggunaan akan menjadi beban customer. Di ecgo beban baterai akan bisa di tukar dengan batterai lain setiap saat.

“Keunggulan batterai kami terletak pada baterai lithium dan bukan batterai lead acid atau asam timbal. Yang di mana baterai lithium untuk motor listrik bias bertahan sampai 70 km disbanding baterail lead acid yang hanya bisa bertahan 40 km,” kata Menurut Chief Operating Officer PT. Green City Traffic (GCT) Rosyeni, di lokasi GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (27/7/2019).

“Jadi untuk penggunaan berikutnya system baterai swap kami juga membantu untuk pengguna malnjutkan perjalanan jarak yang lebih jauh tanpa harus menunggu chargingan baterai yang harus menunggu 4 – 6 jam,” tambahnya.

Dilengkapi BMS yang bisa menjaga keamanan dan kesehatan batterai (Battery Management System). Dengan 95 ribu per 1000 km biaya sewa baterai yang juah di bawah harga bensin. Menggunakan system apps untuk mencari tempat penukaran baterai apabila low batt di tengan jalan.

Sistem delivery batterai kepada customer apabila dalam keadaan low batt. Selain adanya BMS yang memberikan data realtime seperti kecepatan, tegangan, aliran listrik, kapasitas, (speed, voltage, current, capacity) setiap 10 detik untuk memberitakan kondisi batterai yang menjaga keamanan baterai dan dilengkapi GPS yang akan memberitakan real time lokasi dan tracking lokasi pergerakan.

Kesimpulannya teknologi baterai kita merupakan smart baterai (Internet of Things) yang mementingkan big data untuk baterai performance analysis dan keamanan batterai. Dilengkapi juga modul anti maling. Setiap baterai yang dipakai akan terintegrasi dengan setiap user. Jadi segala abnormalitas baterai ataupun skuter akan terkirim notifikasi nya ke aplikasi user.

Kunggulan dari unit ECGO 2 ialah, bertenaga yang cukup kuat, kecepatan 70km/jam maksimalnya dan bisa dikendarai di jalanan banjir setinggi 30 cm. Dilengkapi dengan user apps yang bisa membuat pembayaran sewa batterai, mencari gerai penukaran baterai terdekat, atapun mengorder jasa jasa tambahan lainnya dari kami spt order delivery batterai, order jasa service atau maintenance.

“Kami juga berharap adanya pgrogram pemerintah yang terus mendukung penggunaan electric vehicle dan Bersama sama GCT meningkatkan penggunaan motor listrik yang jauh lebih ramah linkgungan. Dan kami mengharapakan dengan adanya kehadiran kami sebgai startup di industry motor listrik. Dukungan yang dapat kami harapkan dari pemerintah yaitu di bagian keringanan pajak, ataupun subsidi dan sebagainya,” jelas Rosyeni.

Meskipun mirip dengan konsep yang mirip dengan GOGORO Taiwan, ECGObike merupakan system yang berbeda yaitu, misi kami ialah menyediakan motor listrik yang berharga ekonomis yang bisa di beli oleh setiap kalangan. Dibanding GOGORO yang harganya jauh diatas kami hanya mampu untuk berbisnis di negara maju seperti Taiwan yang pendapatan masyarakan relative tinggi. Sedangkan ECGObike akan focus ke negara negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, Vietnam dan Filipina.

,Rencana expansi kami kedepannya ialah dengan menerima dealer dealer dari berbagai daerah dan juga memperbanyak network penukaran baterai kami. Walau di langkah awal, untuk kota kota lainnya, akan lebih tergantung system customer charging sendiri di rumah. Total sales kami ialah 1120 per tanggal hari ini selama pameran (retail) dan adanya 5000 pre order dari dealer yang datang dari berbagai daerah,” tutup dia. (ndi)

LEAVE A REPLY