Ilustrasi masjid. Foto: Republika

IDNews.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sampai sekarang belum terima hasil pengamatan 41 masjid pemerintah terkena memahami radikal. Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Zainut, MUI membawa terhadap para khatib untuk menjadikan masjid sebagai tempat tingkatkan keimanan, ketakwaan dan ketaatan terhadap Allah SWT. Diluar itu, untuk menancapkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, akhlak mulia dan cinta tanah air.

” Masjid bukanlah untuk menebarkan permusuhan, perkataan kebencian, fitnah dan propaganda memahami keagamaan yang malah bisa mempertajam ketaksamaan dan perselisihan, ” terangnya.

Zainut mengingatkan, biar umat Islam lebih hati-hati oleh karena ada kelompok yang dengan sistematis, terstruktur dan masif memberikan memahami radikalisme dan ekstrimisme. Karena, memahami itu amat berpotensi memecah potong umat dan meneror NKRI.

” Memahami ini kerap dialamatkan terhadap kelompok agama yang menyukai kekerasan. Maka sering mengundang gesekan dan perseteruan horisontal ditengah warga, ” bebernya.(ndi)

LEAVE A REPLY