Mahasiswa melakukan unjuk rasa dengan membawa foto almarhum Munir Said Thalib di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/9).

IDNEWS.CO.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meletakkan batu pertama pembangunan Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (8/12), bertepatan dengan hari kembali tahun praktisi HAM, Munir Said Thalib.

Waktu menyampaikan sambutannya, Khofifah mengharapkan museum berubah menjadi ruang belajar dan proses literasi berkaitan HAM.

Istri mendiang Munir, Suciwati, setuju. Menurut dia, tidak hanya memperingatkan jika pelanggaran HAM masih terjadi dan menerpa siapa saja, Museum HAM pun memperlihatkan sejarah, hak asasi anak, dan ruang untuk bermain bertajuk HAM.

“Bersama dengan beberapa anak dan guru dapat memperkenalkan HAM,” ujarnya sebagaimana diadukan wartawan di Malang, Eko Widianto.

Kedepannya museum ini memiliki konsep ramah untuk orang berkebutuhan spesial, dan ramah lingkungan. Proses pembangunan diperkirakan selama setahun.

Rancang bangun museum dirancang arsitek Achmad Tardiyana. Dia menjadi pemenang sayembara design arsitektur yang diselenggarakan Yayasan Omah Munir.

Untuk membangun salah satu museum HAM di Indonesia ini, Pemerintah Propinsi Jawa Timur membagikan biaya sebesar Rp5,2 miliar melalui Anggaran Penerimaan dan Berbelanja Wilayah (APBD) 2020.

Dalam perubahannya, menurut Khofifah, biaya itu diperhitungkan kurang untuk penuhi semua pembangunan museum yang direncanakan akan dibuat setinggi tiga lantai. Sampai keperluan dana membengkak hingga Rp10 miliar.

“Aku baru bisa berita ternyata ada sejumlah maksimalisasi ruang dan selanjutnya. Ya kelak kita ulas minimnya,” kata Khofifah.

Acara peletakan batu pertama Museum HAM Munir itu dikunjungi Wakil Wali Kota Batu Santoso, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, dan istri mendiang Munir, Suciwati.(ach)

LEAVE A REPLY