Nabrak Orang Akibat Bila Sibuk Main HP Sambil Nyetir

IDNews.co.id – GARA-gara sibuk dengan smartphonenya, seorang pengemudi ojek online menabrak dua orang yang sedang mendorong gerobak martabak di atas Fly Over Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (11/8) siang.

Tak ayal penjual martabak yakni Amal, 29, mengalami luka di bagian punggung sementara gerobak dagangannya hancur berantakan peralatannya. Saat ditemui di lokasi, Amal menyatakan saat itu dia bersama rekannya, Dadang, sedang mendorong gerobak ‘martabak manis’ dari arah Mampang Prapatan menuju lokasi berjualannya di Jalan Kapten Tendean, melintasi Fly Over.  “Pas di atas Fly Over kami sudah berjalan di pinggir. Tiba-tiba ditabrak motor dari belakang,” terang dia.

Sehingga tubuh Amal terpental beberapa meter. Dia mengaku beberapa bagian tubuhnya sakit, terutama di bagian punggung bagian belakang. Sedangkan sepeda motor, usai menabrak Amal, langsung menyeruduk gerobak martabak, menyebabkan gerobak itu hancur dan sejumlah perabotan tercecer di jalanan.

Dua anggota patroli dari Satuan Sabhara Polda Metro Jaya yang melintas segera mengamankan lokasi dan meminta keterangan dari korban dan penabrak. Seorang petugas bernama Bripda Riko menyatakan, diduga penyebab insiden itu akibat pengemudi ojek online tidak berkonsentrasi mengendarai sepeda motor. “Dia main handphone sehingga motornya oleng ke pinggir dan menabrak gerobak beserta orangnya,” tegas dia.

Sementara itu, pengendara sepeda motor, Ismail, 21, mengaku dia sedang mengecek handphonenya untuk melihat peta lokasi pengiriman barang customer. Dia sama sekali tidak sadar kalau sepeda motornya berjalan menepi, padahal kondisi lalu lintas di atas fly over cukup lancar bahkan cenderung sepi. “Saya ini lagi Go Sent bang. Tadi lagi lihat handphone tiba-tiba nabrak. Saya nggak lihat ada gerobak di depan,” ujarnya.

Ismail yang juga terjatuh dari sepeda motornya mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Dia pun beberapa kali meminta maaf kepada dua orang yang ditabraknya dan mengakui kesalahannya. (gus)

LEAVE A REPLY