Ilustrasi makanan pedas. Foto: Miignon.com

IDNEWS.CO.ID – Di kawasan industri Ruhrgebiet dibagian barat Jerman terletak kota Mülheim an der Ruhr. Di kota berikut ini Amalia Sugiharto te Kamp buka restorannya yang bernama komplet Dayang Sumbi – Indonesian Pacific Soulfood. Disekitar restorannya ada banyak kantor dan usaha, pun sejumlah besar apartemen rumah.

“Orang Jerman kebanyakan hadir dari Selasa hingga Jumat.” Beberapa langgalan orang Jerman hadir saat jam makan siang, papar Ibu Amalia, sambil memperlihatkan Mittagsmenü, atau menu makan siang, yang terpasang di papan. Bulan Augustus Mittagsmenü terbagi dalam: lumpia vegetaris ditambah semua makanan dengan kari, tambah lagi dengan minuman enteng.

Kalaupun orang Indonesia biasanya hadir saat weekend ujarnya, sambil menambahkan, orang Indonesia biasanya hadir ramai-ramai. Ingin mengobrol dan dugem? Itu dapat dilakukan di Dayang Sumbi. Situasi restoran memberikan perasayan nyaman.

Pada dinding bergantung berbagai lukisan asal Bali, pun sejumlah dekorasi yang lain berasal dari Bali. Ibu Amalia yang menggagas restoran ini, tetapi saat ini dia pun miliki partner usaha. Namanya Andreas Borgmann. “Dialah yang bawa hiasan-hiasan dari Bali ini,” demikian katanya.

Dia ceritakan, sebenarnya dia tidak miliki pendidikan ekslusif untuk jadi juru masak. “Namun lidah gue, lidah Indonesia,” ujarnya. Jadi dia dahulu terus coba bikin rempeyek dan berbagai makanan lain, sampai berasa enak. Nyata-nyatanya usahanya pun berbuah kemajuan. Teman-temannya mulai pesan, dan akhirnya dia memutuskan buka restoran. Pengalaman buka restoran pun sudah dipunyainya, karena dahulu di Indonesia, dia pun sudah sudah pernah buka restoran Jepang. “Lantaran kami pindah ke Jerman, restoran itu di jual,” demikian ceritanya.

Namun di Jerman dia pun belajar banyak, dan itu juga pula mendukung dalam mendapatkan kemajuan. Apa pelajaran terbesar yang diambil dari pengalaman hidup di Jerman? “Menghormati waktu,” ujarnya dengan sangat percaya. “Serta tahu kalau cari uang di sini itu tidak enteng,” imbuhnya sekalian ketawa.

Mesti kerja keras. Namun karena itu, dia jadi belajar menghormati waktu dan konsekwen dengan apa yang direncanakan dan dilakukan. Di Jerman seorang pemilik restoran termasuk kelompok pekerjaan yang selbstständig yang artinya mandiri.

Berarti, “Gue mesti dapat berdiri dengan sendiri dan melakukan segalanya sendiri,” demikian dijelaskan Ibu Amalia. Dia menandaskan , di Jerman, yang miliki restoran tidak cuma miliki modal, tetapi mesti dapat melakukan apa yang ditawarkan. Serta hingga saat ini, banyak tamu yang suka dengan makanan yang dimasaknya. Motonya: “Tamu zufrieden (suka), saya bahagia.”

Saat ditanya, apa pesannya untuk generasi muda Indonesia, dia menjawab dengan tegas: “Semangat untuk kerja!” Dia memperingatkan kalau dia sudah lebih dari 50 tahun, tetapi untuk kerja dan untuk maju, tidak ada kata terlambat! (ria)

LEAVE A REPLY