Ilustrasi Foto: Al-Ishlah

IDNEWS.CO.ID – Suatu ketika, Rasulullah pernah bertanya kepada para jemaahnya tentang siapa orang yang paling tinggi imannya. “Siapakah orang yang paling menakjubkan imannya?” tanya Rasulullah pada para jemaahnya.

Kemudian ada salah seorang jemaah yang menjawab malaikat karena malaikat selalu beribadah kepada Allah dan tidak pernah membangkang. Kemudian Nabi menjawab, “Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka diciptakan oleh Allah untuk selalu beribadah pada Allah.”

Malaikat bukan jawaban yang tepat sebab malaikat tidak diberi hawa nafsu. Tak heran jika malaikat selalu beribadah kepada Allah dan tidak pernah sekalipun membangkang.

Lalu jemaah lainnya menjawab, “Ya Rasulullah, kalau begitu berarti para Nabi.” Kemudian Rasulullah menjawab, “Bagaimana para Nabi tidak beriman, sedangkan mereka diutus untuk jadi contoh bagi umat manusia dan wahyu turun kepada mereka.”

Para nabi juga bukan jawaban yang tepat sebab mereka diutus oleh Allah untuk jadi contoh bagi umat manusia. Kalau mereka tidak beriman dan membangkang, mereka tentu bukan seorang nabi.

Kemudian ada jemaah lainnya yang menjawab, “Ya Rasulullah, kalau begitu, para sahabat yang imannya tinggi.” Lalu Nabi menjawab, “Bagaimana mereka tidak beriman, sedangkan mereka hidup di zamanku, mereka melihat mukjizatku, hidup bersamaku, melihatku dan mendengarkan wahyu secara langsung.”

Jadi para sahabat juga bukan jawaban yang tepat. Sebab mereka hidup bersama Nabi, dan bahkan melihat mukjizatnya. Wajar saja kalau tingkat keimanan mereka lebih tinggi.
Siapakah orang yang dimaksud Nabi?

Para jemaah kebingungan dengan orang yang dimaksud Rasulullah. Lalu mereka bertanya, “Ya Rasulullah, jadi siapa orang yang paling menakjubkan imannya itu?”

Nabi menjawab, “Kaum yang hidup sesudah kalian.”

“Mereka membenarkan aku, padahal mereka tidak pernah melihatku. Mereka hanya menemukan tulisan dan beriman. Mereka kemudian mengamalkan apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membelaku, seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku bertemu dengan mereka.”

Jadi orang yang paling tinggi dan menakjubkan imannya yaitu orang-orang yang hidup setelah sepeninggalan Nabi dan para sahabat. Mereka tidak pernah melihat Nabi, tidak pernah melihat mukjizatnya, tidak pernah mendengarkan dakwah indahnya, tapi mereka mempercayai semua perkataan Nabi dan beriman pada Al-Quran.

Kitalah dan generasi selanjutnya yang dimaksud oleh Nabi. Tapi itu pun jika kita benar-benar beriman kepada Allah dan mematuhi semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Subhanallah!

LEAVE A REPLY