Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan). Foto: Antara

IDNews.co.id – Prabowo Subianto akhirnya menentukan Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapres. Jadilah, dua tokoh itu sebagai capres-cawapres pelawan calon incumbent Joko Widodo yang menggandeng Kiai Ma’ruf Amin.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin mengaku, deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno memang sudah sempat mengakibatkan pro-kontra pada mereka sendiri baik di PA 212 atau Gerakan Nasional Pengawal (GNPF) Ulama. Hal semacam itu dikarena kan 100 persen Ijtima Ulama yang digelar oleh GNPF Ulama dan hasil rakornas PA 212 tidak dikerjakan.

” Cuma 2/3, ” kata Novel pada Jumat (10/8/2018).

Novel memaparkan, terjadi nya penggabungan partai keumatan Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya yaitu intruksi ulama yang dikomandoi Habib Rizieq Shihab. Lantas, Prabowo sendiri merupakan calon presiden hasil referensi Rakornas PA 212 dan Hasil Ijtima Ulama GNPF Ulama.

” Dengan demikian, hingga sampai saat ini kami insya Allah masih mendukung PaS yang Insya Allah pengakuan resminya masih tunggu pengakuan sikap HRS, ” kata Novel lagi.

Novel mengatakan, jika sikap mereka tidak beralih. Mereka tetap ingin menggusur Jokowi dari kursi presiden melalui penentuan umum.

” Serta niat kami masih bulat untuk # 2019 Tukar Presiden untuk segera diperjuangkan. ” (ndi)

LEAVE A REPLY