Etihad Airways

IDNEWS.CO.ID – Pemerintah Palestina telah menolak bantuan medis dari Uni Emirat Arab yang diangkut dengan pesawat melalui jalur udara Israel. Penerbangan yang difasilitasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi kontroversial karena maskapai Etihad Airways, yang membawa pasokan medis untuk memerangi virus Corona terbang dari UEA ke Tel Aviv.

Padahal, UEA tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Keprihatinan ini telah menjadi sorotan karena menyebabkan hubungan yang cair antara Israel dengan negara di Teluk Arab dalam beberapa tahun terakhir.

“Otoritas UEA tidak berkoordinasi dengan negara Palestina sebelum mengirim bantuan. Palestina menolak menjadi jembatan (untuk negara-negara Arab) yang berusaha untuk memiliki hubungan normal dengan Israel,” kata juru bicara Pemerintah Palestina, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat 22 Mei 2020.

Mereka pun menegaskan bahwa segala bantuan yang dimaksudkan untuk dikirim kepada rakyat Palestina harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Palestina. “Mereka mengirim langsung ke Israel dan itu merupakan pelecehan,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengutuk penerbangan komersial pertama antara Israel dan UEA. Ia pun menyebut kerja sama itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

“Hari ini, beberapa negara Teluk Persia telah melakukan pengkhianatan terbesar dalam sejarah mereka sendiri dan sejarah dunia Arab. Mereka mengkhianati #Palestine dengan mendukung Israel,” tulis Khamenei, di akun Twitter pribadinya, Rabu 20 Mei 2020. (ndi)

LEAVE A REPLY