IDNEWS.CO.ID – Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji ajak seluruhnya warga Indonesia memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu, alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji lintas angkatan menyelenggarakan pengakuan sikap dan doa bersama di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

“Bila dalam Pemilihan presiden kemarin warga Indonesia terbelah berdasarkan pilihan calonnya, termasuk pada komunitas alumni, karena itu kami alumni SMAN 3 Ngahiji pingin ajak biar seluruhnya elemen bangsa kembali berhimpun. Itu kenapa kami mengadakan acara ini hari,” kata Mohammad Farhan, alumnus SMAN 3 Bandung.

Anggota DPR RI dari Partai NasDem itu menyatakan loyalitas dari SMA-nya, untuk menjaga dan mendukung Joko Widodo sebagai Presiden dan Maruf Amin sebagai Wakil Presiden yang dipilih secara resmi berdasarkan konstitusi yang akan pimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) periode 2019-2024.

“Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk support kami menyambut pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil presiden Maruf Amin,” kata Ketua Panitia Acara Debyannie Mamusung.

“Kami siap menjaga dan mendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang dipilih secara resmi berdasarkan konstitusi yang berlaku, untuk pimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia periode 2019-2024,” timpal alumnus, Rosana Budhiman.

Alumni SMAN 3 Bandung Ngahiji pun menyatakan menolak semua usaha untuk halangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

“Pelantikan ini menetapkan kedaulatan rakyat setelah rakyat Indonesia memberikan hak suaranya dengan ada ke TPS pada April lalu. Ini dia people power sebenarnya yakni sewaktu rakyat berbarengan ke TPS,” kata alumnus yang lain, M. Fariza Y Irawady.

Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji pun mengutuk semua memahami dan aksi terorisme yang bisa merongrong persatuan dan kesatuan NKRI. “Kami menolak setiap usaha untuk mengubah Pancasila sebagai basic negara dan petunjuk berbangsa rakyat Indonesia dan siap menantang radikalisme dan terorisme,” kata alumnus yang lain, Dina Arjanti.

Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji yang lain dalam pengakuan sikapnya, Euis Presmawati, alumnus angkatan 75, ajak terhadap seluruhnya komponen warga untuk selalu jaga persatuan dan persaudaraan sama-sama anak bangsa. Dia menyatakan, setelah pemilihan presiden, tidak makna 01 dan 02, yang selalu ada sila ke-3 yakni persatuan Indonesia.

“Jangan ada 01 dan 02. Silahkan kita eratkan 03 yang merupakan nilai agung dari Pancasila, persatuan Indonesia,” ujarnya.

Hal seirama disampaikan oleh Ariyyo Bimo dari angkatan 92. Ia ajak untuk memperat persaudaraan yang sempat koyak sewaktu musim pemilihan presiden. “Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita semuanya, yang menyukai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Setelah pengakuan sikap dilakukam doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ustaz M Rizal Maulana yang merupakan Anggota Jami’iyyah Pakar Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (DPP JATMI).

Dalam doanya Ustaz Rizal ajak untuk menyukai Pancasila dan NKRI dan mengharap Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi segala warga Indonesia. (ndi)

LEAVE A REPLY