Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Elsiddieg Abdulaziz Abdalla Foto: Gatra

IDNEWS.CO.ID – Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Elsiddieg Abdulaziz Abdalla mengatakan, negaranya sedang jalani pemerintahan transisional, setelah penggulingan kepala negara, yaitu Presiden Omar Al-Bashir, yang sudah berkuasa selama 30 tahun.

Menurut Elsiddieg, saat ini, Pemerintahan Sudan sedang mengalami periode peralihan yang sukar. Sudan sekarang melawan sejumlah permasalahan internal dalam negeri.

“Problem perdamaian, Sudan masih memiliki banyak pertarungan. Kita tidak akan memiliki perkembangan ekonomi yang bagus jika masih ada perselisihan sipil, karena infrastruktur lantas dapat hancur karena itu,” tutur Elsiddieg di Kantor Kedutaan Besar Sudan, Kuningan, Jakarta Selatan.

Diluar itu, ia mengatakan, Sudan melawan sangsi ekonomi dari Amerika Serikat. Tetapi, dia tetap sangat percaya, Sudan masih mendapatkan support dari negara yang lain.

Dia lantas menyatakan, beberapa negara Asia dan Eropa masih pengen bangun kemitraan usaha dengan Sudan.

“Kita mengalami sangsi ekonomi selama 20 tahun lebih dari Amerika Serikat. Bayangkan saja, kita tidak berperan dalam ekonomi dunia selama lebih dari 20 tahun. Kita dahulunya miliki relasi usaha di Eropa dan di Asia, dan lain-lain. Saat ini, kita akan bangun kembali kemitraan usaha ini, yang mungkin akan memakan waktu 10 tahun,” Kata Elsiddieg. (ach)

LEAVE A REPLY