Ilustrasi cincin pernikahan.
Ilustrasi cincin pernikahan.

IDNEWS.CO.ID – Anggota Parlemen Turki tengah menggodok sebuah peraturan yang memungkinkan pria bebas dari hukuman karena memperkosa gadis-gadis muda, dengan cara menikahi korban. RUU tersebut akan diperkenalkan ke parlemen Turki pada akhir Januari.

Partai Demokrat Rakyat telah memperingatkan bahwa undang undang tersebut nantinya akan melegitimasi pernikahan anak dan pemerkosaan berdasarkan undang undang dan membuka jalan bagi eksploitasi seksual anak.

Saud Abu-Dayyeh, seorang juru kampanye untuk Equality Now memuji kerja keras para aktivis hak-hak perempuan di Turki yang mengambil sikap menentang RUU diskriminatif tersebut.

“Daripada mencoba memperkenalkan UU yang merusak hak dan perlindungan perempuan, anggota parlemen Turki harus memperhatikan dengan mencabut UU yang bersifat diskriminatif,” ujarnya, dilansir The Sun, Jumat (24/1/2020).

Laporan pemerintah Turki pada tahun 2018 tentang perkawinan anak memperkirakan sebanyak 482.908 anak perempuan menikah di bawah umur dalam dekade terakhir. Sementara itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Turki di mana 38 persen perempuan Turki mengalami kekerasan fisik atau seksual dari pasangannya.

Sebelumnya pada 2016 lalu, RUU serupa yang bernama ‘marry your rapist’ berhasil dikalahkan setelah memicu kemarahan nasional dan global. Sementara itu pada tahun 2014, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kesetaraan antara pria dan wanita adalah hal “melawan hukum alam”. (ach)

LEAVE A REPLY