Ray Rangkuti. Pengamat Politik

Oleh: Pengamat Politik Ray Rangkuti

IDNEWS.CO.ID – Polisi telah mengamankan 3 ibu-ibu yang diduga melakukan kampanye tidak patut terhadap capres 01. Kampanye tidak patut itu diduga masuk dalam kategori kampanye hitam. Termasuk salah satu jenis pelanggaran berat dalam pemilu. Sekalipun begitu, langkah polisi ini perlu kita cermati. Sebab;

1. Jika jenis pelanggaran yang dilakukan oleh 3 ibu-ibu yang dimaksud itu adalah kategori kampanye hitam, sejatinya hal itu harus terlebih dahulu ditangani oleh Bawaslu. Dari Bawaslu diserahkan ke gakumdu untuk ditetapkan jenis pelanggarannya apakah administratif atau pidana. Jika gakumdu menetapkan bahwa 3 ibu-ibu tersebut diduga melakukan kampanye hitam, barulah kasusnya diserahkan kepada kepolisian. Di wilayah ini, polisi bisa menggunakan kewenangannya untuk menahan atau tidak orang yang dimaksud.

2. Jika dugaannya adalah kampanye hitam, tentu saja, sejatinya posisi Pak Jokowi adalah sebagai capres dan bukan presiden. Jika begitu adanya, maka kewenangan untuk melakukan penindakan hukumnya tetap berada di tangan Bawaslu. Dan sepanjang yang saya perhatikan, ibu-ibu yang dimaksud hanyalah menyebut rencana program yang akan dilakukan oleh capres Pak Jokowi jika kembali terpilih. Dan memang program dimaksud jelas tidak tertuang dalam visi-misi capres 01.

Oleh karena itu, kasus ini sejatinya berada di ruang pelanggaran pemilu, bukan pidana umum. Tentu saja, polisi langsung bisa mengamankan ibu-ibu yang dimaksud jika kepolisian melihat ada unsur melakukan penghinaan terhadap preaiden.

Tetapi untuk lebih terangnya, baiknya kepolisian segera menjelaskan alasan hukum mengamankan ibu-ibu yang dimaksud. Dengan begitu kita semua dapat kejelasan: apakah ibu-ibu dimaksud melakukan pelanggaran pidana umum atau melakukan kegiatan yang dilarang dalam kampanye. (*)

LEAVE A REPLY