Film James Bond, No Time To Die Foto: Indonesia Raya

IDNEWS.CO.ID – Film James Bond atau No Time To Die kembali menjadi perbincangan publik setelah mewabahnya virus corona (COVID-19) di berbagai belahan dunia. Kini, para penggemar meminta pada pihak produksi untuk menunda jadwal penayangan hingga dinyatakan aman dari virus corona.

Dilansir dari Indie Ware pada 3 Maret 2020, para penggemar yang tergabung dalam situs web MI6-HQ ini meminta distributor MGM dan Universal untuk lebih mementingkan kesehatan masyarakat. Mereka pun melayangkan surat terbuka pada 2 Maret 2020 kemarin.

Sekelompok penggemar film James Bond telah mendesak pihak produser untuk menghentikan rilis No Time to Die hingga penyebaran virus corona dikatakan aman. Hal itu mereka sampaikan dalam surat terbuka kepada petinggi film dan mengatakan harus mengutamakan kesehatan masyarakat daripada jadwal rilis untuk meningkatkan pemasaran. Diketahui bahwa film yang dibintangi oleh Daniel Craig ini akan tayang pada bulan April mendatang dan para penggemar meminta ditunda hingga musim panas 2020.

“Setelah mengalami tiga kali keterlambatan dalam produksi, bukan berarti mudah untuk mengatakan ini. Rilis film No Time To Die harus ditunda. Dengan adanya virus corona yang mencapai status pandemi, sekarang saatnya untuk menempatkan kesehatan masyarakat di atas jadwal rilis pemasaran,” tulis pernyataan itu.

Selain itu, penggemar juga mengatakan bahwa mereka telah menunggu film aksi tersebut selama lebih dari empat tahun. Menunda jadwal rilis bukanlah hal yang merugikan karena film tersebut masih akan tetap dicintai di masyarakat. Tak hanya itu, dengan ditundanya film tersebut hingga wabah virus corona dinyatakan aman akan meningkatkan penjualan box office karena masyarakat akan berbondong-bondong menyaksikan aksi dari Daniel Craid dan Rami Malek.

Baru-baru ini, Universal Pictures juga sedang menangani jadwal rilis internasional dan mereka belum menanggapi kabar penundaan ini. Penayangan perdana film No Time to Die di China dibatalkan pada bulan lalu ketika negara itu menutup seluruh bioskop untuk membantu memerangi virus corona. Dalam surat itu juga mengatakan bahwa pihak produksi harus memberhentikan promosi mereka di beberapa negara seperti China, Jepang dan Korea Selatan.

Mereka juga mengungkapkan bahaya yang akan ditimbulkan jika mereka tetap melakukan pemutaran perdana internasional yang dijadwalkan di London. Pasalnya, virus corona telah sampai ke beberapa bagian negara barat dan penayangan perdana film itu sudah pasti akan dihadiri oleh ribuan orang selain aktor, kru dan penggemar.

“Ratusan penggemar dan selebriti dari seluruh dunia akan terbang ke Inggris untuk hadir. Kapasitas Royal Albert Hall berada mencapai 5.000 peserta dan dilarang oleh negara-negara yang terkena dampak untuk mengadakan pertemuan publik. Hanya satu orang yang terkena virus dan mungkin tidak menunjukkan gejala, dapat menginfeksi seluruh hadirin. Ini bukan tipe kejadian yang diinginkan siapapun,” lanjut surat terbuka penggemar James Bond itu. (ria)

LEAVE A REPLY