Ilustrasi lansia

IDNEWS.CO.ID – Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia meningkat. Hal ini membuat masyarakat semakin waspada, terutama mereka yang memiliki anggota keluarga berusia lanjut. 

Sebab, lansia menjadi kelompok yang rentan terpapar COVID-19. Mengapa demikian? Dalam program Hidup Sehat, dr. Andi Khomeini, SpPD-KGER menjelaskan bahwa berdasarkan data usia, lanjut usia rentan terpapar virus corona.

“Berdasarkan data usia di atas 50 tahun rentan terinfeksi corona, tapi datanya masih sedikit. Di Amerika dari 10 pasien lansia, 8 di antaranya pasien lansia memiliki komorbid (penyakit penyerta) penampilan penyakit berat dan cenderung meninggal,” kata dia.

Menurut Andi, orang lanjut usia juga memiliki imunitas yang rendah dibanding dengan orang dewasa muda sehingga rentan terpapar virus corona.

“Lansia imunitas rendah dibanding dewasa muda karena banyak komorbid, biasanya pada pasien lansia ada diabetes hipertensi, gagal jantung,” lanjut dia.

Di sisi lain, meski lansia lebih rentan terpapar corona namun bukan berarti usia dewasa muda (20-30 tahun) tidak mudah terpapar virus corona. 

“Karena sakit, sehat seseorang dipengaruhi multifaktor. Usia muda imun bagus, tapi mobilitas lebih tinggi. Data di China dan Prancis, populasi usia 20-29 tahun mobilitas tinggi, menyumbang 30 persen dari jumlah pasien COVID-19. Tingginya mobilitas membuat mereka sering terpapar bisa terinfeksi juga,” jelasnya.

Andi juga mengingatkan untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia untuk tetap tinggal di rumah.

“Orang tua sendiri angka sakit lebih rentan infeksi COVID-19 perlu approach khusus, lansia dipisahkan dengan mereka yang usianya muda,” lanjut dia.

Andi menyarankan, jika memang dalam keadaan darurat dan memaksa lansia keluar rumah, disarankan untuk menggunakan masker.

LEAVE A REPLY