Mantan pemain Real Madrid, Cicinho (kiri)

IDNEWS.CO.ID – Bek sayap Brasil yang sekarang sudah pensiun, Cicinho, memiliki penyesalan mendalam saat masih berkarier. Mantan pemain yang kini berusia 40 tahun itu gagal memaksimalkan potensinya karena kehilangan orientasi dalam berkarier.

Cicinho sekarang adalah salah satu komentator paling terkenal di Brasil. Tapi selama kariernya bersama Real Madrid, masalah pribadi di luar lapangan mempengaruhi konsistensinya dan kinerjanya yang tidak sesuai harapan klub di raksasa LaLiga itu.

“Saya sangat senang ketika saya bermain untuk Real Madrid. Saya mewujudkan impian saya. Saya tidak pernah khawatir menjadi bintang Real Madrid, hanya untuk bermain sepakbola,” katanya kepada Radio Marca.

“Tapi saya punya masalah dan akhirnya kehilangan hasrat bermain. Saya menyesal meninggalkan Real Madrid. Saya seharusnya lebih profesional dan berusaha lebih keras di lapangan,” lanjutnya.

Cicinho kemudian memberikan beberapa nasihat kepada rekan senegaranya yang menerima banyak kritik. Terutama para pemain muda Brasil yang saat ini berkostum Real Madrid, mantan klub Cicinho.

“Saran saya untuk Vinicius adalah bekerja keras. Dia ada di tim terbaik di dunia,” jelas Cicinho yang pernah berkostum Villarreal dan AS Roma usai meninggalkan Real Madrid.

Cicinho menyebut ada dua pemain yang paling mempengaruhinya selama ini, dan keduanya masih menjadi komponen fundamental di Real Madrid saat ini. “Saya belajar banyak dari Zinedine Zidane dan Sergio Ramos,” tegasnya.

“Mereka adalah orang-orang hebat dan legenda sepakbola. “Beradaptasi dengan ruang ganti tidak sulit, tapi yang lebih sulit saat bermain. Ada banyak pemain hebat. Di ruang ganti kami banyak tertawa dan kami berteman.” (ach)

LEAVE A REPLY