Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan.

IDNEWS.CO.ID – Pernikahan merupakan momen sakral bagi setiap individu. Karena itu, tak heran jika banyak calon pengantin yang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya bahkan dari jauh hari.

Soal perayaan pernikahan, di Indonesia bukanlah hal yang asing. Kaya budaya dan suku membuat Indonesia punya beragam prosesi adat pernikahan. Meski banyak cara-cara modern untuk menggelar pesta pernikahan, namun pernikahan menurut adat masih berlangsung hingga saat ini, salah satunya adat Sunda Jawa Barat.

Arief Rachman, Direktur Parakrama Organizer mengatakan, bahwa di tahuin 2020 ini adat sunda menjadi salah satu konsep pernikahan yang paling diminati.

“Seiring perkembangan zaman, tema pernikahan tradisional Sunda pun saat ini bisa dikemas secara modern tanpa menghilangkan nuansa sakral dan khidmat,” ujarnya Selasa 28 Januari 2020.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa serupa dengan suku adat lainnya di Indonesia, pernikahan tradisional adat Sunda juga memiliki rangkaian prosesi pernikahan khusus yang mengandung makna serta keunikan.

“Ada Ngebakan atau Siraman, Nincak Endog atau menginjak telur, Ngeyeuk Sereuh (permintaan restu masing-masing mempelai kepada pihak orang tua.”

Namun rangkaian prosesi pernikahan adat Sunda pada masa kini lebih disederhanakan sejalan dengan gaya hidup pasangan muda saat ini (milenial) yang mengedepankan hal yang sederhana dan praktis namun berkesan.

Hal tersebut pula yang menjadikan tema pernikahan Sunda modern masih menjadi pilihan para pcalon pasangan pengantin di tengah gempuran tren pernikahan modern ala barat. 

“Pernikahan tradisional Sunda diyakini bakal masih menjadi tren pernikahan di tahun 2020,” ujarnya.

Sementara itu untuk memahami langsung bagaimana pelaksanaan adat Sunda Modern, Arief menyarankan para calon pengantin untuk mencari tahu segala seluk beluk soal tren pernikahan 2020.

“Acara Pameran Pernikahan Gebyar Pernikahan Indonesia ke–13 (GPI13) akan berlangsung di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta pada 7-9 Februari 2020 mendatang dengan tema Pernikahan Tradisional Sunda Modern,”

Selain itu, Arief juga mengatakan bahwa di setiap penyelenggaraan Gebyar Pernikahan Indonesia pihaknya kami selalu membawakan budaya yang berbeda.

“Kali ini kami mengangkat budaya Sunda (Jawa Barat).”

Bukan rahasia umum kalau perkembangan industry kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan, apalagi di tengah gelombang budaya barat yang begitu besar.

“Antusiasme keluarga calon pengantin untuk menggunakan pernikahan adat juga masih sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari animo pengunjung Gebyar Pernikahan Indonesia selalu penuh dari waktu ke waktu. Bahkan Oktober tahun lalu bisa menghasilkan transaksi lebih dari 80 miliar selama 3 hari penyelenggaraanya,” ujarnya.

Selain melibatkan lebih dari 150 vendor pernikahan termasuk keikutsertaan 30 vendor catering serta 20 hotel dan venue, pameran ini juga bakal disemarakan dengan rangkaian program acara menarik.

“Beberapa di antaranya parade pengantin Nusantara, Live Music, Fashion show, demo makeup, talkshow kesehatan dan kecantikan hingga diskusi soal tren pernikahan yang sedang digandrungi oleh para millenial.”

Bagi para pengunjung yang melakukan transaksi selama pameran juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik dan grand prize berupa 1 unit mobil Honda All New Brio.

LEAVE A REPLY