IDNews.co.id – IDNews.co pintu perlintasan kereta api Roxi, Cideng, Jakarta Pusat, sampai sekarang tidak dilakukan oleh pihak Kereta Api Indonesia (KAI). Walaupun palang pintu perlintasan dan sinyal kedatangan kereta api sudah dilepas dan dicopot dari pos perlintasan teraebut.

Perlintasan yang dilintasi KA 20-30 menit baik KL dan Kereta Bandara membahayakan pengendara motor yang melintasi jalur rel kereta api tersebut,selain membuat antrian panjang juga rawan serta membahayakan jiwa dari pengendara motor yang melintasi.

“Memang dulu ada kesepakatan antara KAI dengan warga, salah satunya jalur pelintasan dibuka untuk motor dan jika terjadi kecelakaan pihak KAI tidak bertanggung Jawab dan akan menutup pintu pelintasan ini, dan sudah 1 bulan lebih pintu dan sikyal pelintasan kereta api sudah dicopot,” kata Deddy, 47, warga yang menjaga pelintasan KA tersebut.

Warga was-was jika adanya korban dipelintasan kereta api karena ada rencana pelintasan kereta api akan meningkat frekwensinya sekitar 10-15 menit akan melalui pelintasan ini.

Untuk frekwensi KA yang melintas 20-30 menit sudah membuat antrian panjang, dan sudah memakan korban penjalan kaki, Pengendara motor mengandalkan warga yang sukarela mengatur dan menjaga pelintasan kereta api tersebut.

“Sebaiknya pihak KAI segera mengambil tindakan agar jangan menambah korban dan permasalahan karena selama ini yang mengatur warga yang sukarela dengan imbalan sekedarnya dari pengendara motor yang melintasi pelintasan kereta api,” katanya lagi. (edw)

LEAVE A REPLY