Ilustrasi Borgol. Foto: Pixabay

IDNEWS.CO.ID – Polisi meringkus seorang guru honorer SD swasta di Kota Yogyakarta berinisial SP (37). SP ditekuk petugas dari Polsek Mergangsan karena meremas payudara wisatawan asing di wilayah Prawirotaman, Kota Yogyakarta.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo mengatakan SP ditangkap karena ada laporan dari penduduk di wilayah Prawirotaman. Penduduk risau dengan adanya orang tak dikenal yang meremas payudara wisatawan asing yang tengah berjalan sendirian.

“Ada dua peristiwa pelecehan pada wisatawan asing di Prawirotaman. Yang pasti di Gang Batik. Wilayah itu memang berubah menjadi kawasan wisatawan asing yang berlibur di Yogyakarta,” kata Tri di Mapolsek Mergangsan, DIY, Selasa (16/7/2019).

Tri menjelaskan dalam beraksi, pelaku memakai sepeda motor berjenis N-Max dengan menggunakan helm full face dan jaket gelap. Pemeran lanjut Tri, membidik wisatawan asing yang sedang berjalan sendirian.

Sebelum beraksi, kata Tri, pelaku sudah mengawasi calon korbannya. Pemeran setelah itu merapat korban dan meremas payudaranya. Pemeran setelahnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Tri menceritakan pelaku yang merupakan guru olahraga ini diamankan oleh penduduk yang berprasangka buruk pada gerak-geriknya. Tri mengatakan jika dari rekaman CCTV diketahui jika motor yang dimanfaatkan oleh pelaku sama seperti motor orang yang meremas payudara wisatawan asing pada bulan Juni yang lalu.

“Penduduk berprasangka buruk dengan gerak-gerik dan pelat nomer sepeda motor pelaku yang sama seperti yang di rekaman CCTV. Penduduk dan anggota kami setelah itu tangkap pelaku. Setelah diperiksa diketahui ada kemiripan dengan beberapa ciri orang yang melakukan aksi asusila pada bulan Juni yang lalu,” urai Tri.

Kala diperiksa, lanjut Tri, pelaku mengaku kelakuannya. Pemeran pun mengatakan telah dua kali meremas payudara wisatawan asing di wilayah Prawirotaman.

“Untuk motifnya pelaku mengatakan karena iseng. Pemeran jug mengatakan tertarik melihat orang asing yang berjalan sendiri, terus iseng digenggam barang sensitifnya itu. Pernyataan dari tersangka baru melakukan dua kali ini,” papar Tri.

Tri menambahkan jika pelaku memang berencana beraksi di wilayah Prawirotaman karena banyak wisatawan asing yang bermalam di wilayah itu.

“Pemeran alamatnya di Margodadi, Seyegan, Sleman. Pemeran berencana ada ke Prawirotaman untuk beraksi. Walau sebenarnya jarak dari Seyegan ke Prawirotaman cukup jauh,” tutur Tri.

Tri memaparkan jika sejumlah alat bukti ditangkap oleh polisi. Salah satunya yakni jaket, helm dan sepeda motor N-Max yang dimanfaatkan pelaku beraksi.

“Pemeran kami jerat dengan Masalah 281. Intimidasi hukumannya dua tahun delapan bulan,” kata Tri. (ndi)

LEAVE A REPLY