Ilustrasi penipuan. Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Kepolisian Daerah Metro Jaya sukses mengungkap masalah penipuan berkedok penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah terjadi sejak tahun 2010.

“Masalah berasal dari empat laporan polisi pada tahun 2015, 2016, dan 2018. Laporan itu berkenaan dengan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Laporan itu lalu dilanjutkan ke Sub Direktorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) Polda Metro Jaya yang lalu membuat klub untuk menindaklanjuti laporan itu.

Hasil penyidikan menuju terhadap seseorang berinisial HB alias Bima yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di wilayah Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Petugas Subdit Kamneg yang sudah menyimpan surat perintah penangkapan untuk tersangka Bima, lalu menggerebek rumah kontrakan tersangka pada 29 Juli 2019.

“Tersangka ini kami tangkap di wilayah Pulogadung itu, di rumah kontrakan, jadi tersangka ini sedang main kartu dengan temannya pada sekitar jam 15.00 WIB,” papar Argo.

Tersangka lalu dibawa petugas ke Polda Metro Jaya untuk diminta keterangan. Dalam pengecekan, Bima mengaku telah melakukan penipuan berkedok penerimaan CPNS sejak 2010 lalu.

Dalam jalankan aksinya, pelaku menggunakan kartu pengenal Badan Kepegawaian Wilayah (BKD), dan selalu berpakaian necis.

Modus penipuan tersangka yakni melihat daftar nama tenaga honorer di internet. Lalu mengabari korban seakan-akan tersangka dapat menolong korbannya untuk selamat jadi PNS.

Korban yang terperdaya dengan iming-iming yang dijanjikan pelaku, akhirnya menyetorkan uang agunan sebesar Rp50 juta sampai dengan Rp 100 juta.

Menurut pernyataan tersangka, uang hasil penipuannya digunakan untuk berfoya-foya di kawasan hiburan malam di Jakarta. Atas tingkah lakunya, pelaku akan dijaring dengan clausal 378 KUHP tentang Penipuan dan clausal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ultimatum pidana 4 tahun penjara.(fat)

LEAVE A REPLY