Ilustrasi borgol. Foto: Merdeka.com

IDNEWS.CO.ID – Polsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tangkap tiga pengedar narkoba yang diduga merupakan sisi dari jaringan salah satunya lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta. “Dua dari tiga tersangka bisa barang atas perintah dari dalam lapas, pembelinya lantas diatur dari lapas. Tersangka cuma bawa, menaruh dan menanti perintah,” kata Kepala Polsek Metro Kebayoran Baru Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Benny Alamsyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Petugas Unit Reserse Kejahatan Polsek Metro Kebayoran Baru awalnya tangkap dua tersangka berinisial AP dan DA di salah satunya tempat kos di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat, Sabtu (10/8/2019), jam 09.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi mengambil alih tanda bukti sabu-sabu seberat 300 gram, timbangan dan sejumlah unit telepon genggam yang digunakan untuk memudahkan transaksi.

Setelah ditingkatkan, polisi lalu tangkap tersangka lain berinisial GR di muka GOR Bulungan, Kebayoran Baru, dengan tanda bukti sejumlah 36 gram sabu-sabu. Setelah penyidikan ditingkatkan , polisi lalu ikut amankan delapan orang konsumen yang segalanya positif mengonsumsi narkoba setelah melalui tes urine. Tapi, polisi tidak mendapatkan tanda bukti dari delapan konsumen itu. “Delapan konsumen itu lalu kami berikan ke RS rehabilitasi,” kata Benny.

Dalam jalankan usaha haram itu, para tersangka ambil dari orang keyakinan seorang narapidana berinisial TB yang saat ini sedang dibui. Setelah itu, modus transaksinya ialah narkoba ditempelkan di pohon atau ditaruh di tong sampah yang sudah di setujui sebelumnya dengan calon konsumen. “Pertamanya disebut salah satunya lapas tempat TB ada, tetapi setelah kami cek ternyata tidak ada,” kata Benny.

Benny mengatakan tersangka AP merupakan residivis masalah penganiayaan yang baru keluar dari Rutan Cipinang. Sedangkan kedua tersangka yang lain yang rata-rata berumur dibawah 30 tahun itu, katanya, tidak memiliki pekerjaan tetap. Tiga tersangka dijaring clausal 114 ayat 2 juncto clausal 112 ayat 2, juncto clausal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ultimatum hukuman di atas lima tahun penjara. (fat)

LEAVE A REPLY