Ilustrasi Ekstasi. Foto: Dokter.id

IDNEWS.CO.ID – Polisi terus telusuri hasil penemuan beberapa puluh ribu pil ekstasi di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat. Ialah hasil dari penangkapan seorang pengedar narkoba berinisial H alias BL, 36. Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar AKBP Erick Frendriz dalam keterangannya pada wartawan menjelaskan, masalah itu menyertakan jaringan Malaysia, Kalimantan, dan Jakarta.

Erick mengatakan, penangkapan tersangka berasal dari informasi akan adanya transaksi narkoba di sekitar Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (22/7/2019). “Setelah dilakukan pencarian, ditemukan dua butir pil ekstasi yang disembunyikan di kantong celana tersangka,” tutur ia di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Hasil investigasi pada tersangka, petugas melakukan peningkatan di sebuah tempat indekos di kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di indekos itu ditemukan barang untuk bukti narkotika, berbentuk pil ekstasi sekitar 13 butir dan 11 butir pil H5 (Senang Five). Selanjutnya, petugas terus melakukan investigasi pada tersangka, dan sesudah itu dilakukan peningkatan di Apartemen Mediterania.

Di apartemen itu, ditemukan barang untuk bukti sekitar 25.505 butir pil ekstasi, satu plastik berisi serbuk bahan baku ekstasi, dan 16 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 366 gram. “Selanjutnya, sebuah timbangan elektrik, sebuah alat pres plastik, dua unit ponsel, dan sebuah buku catatan transaksi narkoba,” papar Erick.

Dari penangkapan itu, keseluruhan barang untuk bukti yang diambil alih salah satunya, 25.516 pil ekstasi, sebuah plastik berisi serbuk bahan baku ekstasi seberat 844,68 gram, 16 plastik klip sabu-sabu. Terkecuali itu, diambil alih juga sebuah timbangan elektrik, sebuah alat pres plastik, dua unit ponsel, dan sebuah buku catatan transaksi narkoba.

Kanit 2 Narkoba AKP Maulana Mukarom mengatakan berdasarkan pernyataan tersangka, narkoba itu berasal dari Malaysia yang dikirim melalui jalan Kalimantan, dan masuk ke Jakarta. Atas penangkapan itu, ujarnya, Satnarkoba Polres Metro Jakbar secara tidak langsung telah selamatkan sekitar 15.000 jiwa dari penyimpangan narkoba.

“Kami masih meningkatkan masalah peredaran narkoba ini. Tersangka dijaring dengan clausal 112 ayat (2) UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan intimidasi hukuman minimum enam tahun, maksimal seumur hidup dan hukuman mati,” tukas Maulana. (fat)

LEAVE A REPLY