Ilustrasi Penjara. Foto: Merdeka

IDNEWS.CO.ID – Polda Jambi menetapkan 20 orang Kumpulan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) sebagai tersangka. Penambahan status itu setelah mereka melakukan pengecekan secara intens.

“Benar, dari banyaknya 45 orang yang diamankan oleh Polri, TNI, sudah 20 orang ditetapkan tersangka dan diyakinkan akan ada tersangka yang lain,” kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS.

Muchlis AS sebutkan kelompok SMB merupakan kelompok yang begitu menggelisahkan orang Jambi karena sudah melakukan pemukulan pada anggota TNI, Polri dan kades, dan menakuti orang Jambi.

“Kita tangkap para kelompok SMB karena banyak laporan berkenaan SMB, dan Kamis sore, para aparat kombinasi TNI dan Polri melakukan penangkapan, tepatnya di kawasan WKS distrik 8 bukit bakar Kabupaten Batanghari, Jambi,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak hanya melakukan pemukulan yang terjadi sekian hari lalu para kelompok SMB pula melakukan pengerusakan dan pencurian di Distrik 8 kantor PT WKS yang mengatakan sebagai kelompok massa Serikat Mandiri Batanghari yang dipimpin oleh Muslim.

“Kumpulan SMB itu sudah berlebihan melakukan tindak kriminal dan saat ini para kelompok SMB dilakukan pengecekan di Mako Brimob Polda Jambi,” ujarnya.

Kumpulan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) turut serta berseteru dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Selasa siang, 10 Juli 2019. Menyebabkan, Kepala Desa Sengkati Baru bernama Hardianto hampir meninggal dan beberapa puluh orang desa yang lain jadi korban pemukulan.

Tidaklah sampai disana, Sabtu, 14 Juli 2019, SMB kembali melakukan pemukulan pada satuan club TRC damkar, karyawan PT WKS, anggota Polri dan anggota satgas monitoring karhutla Korem 042/Garuda Putih Jambi.

Gara-gara insiden itu, tiga anggota Tim karhutla Jambi dan dua anggota polisi terluka dan anggota SMB pula melakukan pengancaman terhadap aparat kepolisian. (ach)

LEAVE A REPLY