Ilustrasi Foto: Maxmanroe.com

IDNEWS.CO.ID – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika, H. Syaiful Rohim mengatakan, persoalan politik bukan hanya soal menyalurkan aspirasi untuk menentukan kepemimpinan negara atau perjuangan menduduki posisi eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Lebih dari itu, politik merupakan serangkaian kegiatan prosedural yang substantif sebagai usaha memperjuangkan agenda bersama dan perjuangan aspiratif untuk kemaslahatan masyarakat, baik kehidupan jasmani maupun rohani. Dalam implementasinya, perjuangan aspiratif elit politik dipandang jauh api dari panggang.

“Alih-alih bersembunyi dalam perjuangan pribadi dan kelompoknya, bertolok belakang dari agenda utama sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar Syaiful kepada IDNEWS melalui pesan tertulis, Kamis (18/7/2019).

Ia menyebutkan, konsep luhur dan keadaban politik ditengah pragmatismenya elit dalam memperoleh kekuasaan politik menjadi rasional dan urgen untuk dibicarakan saat ini. Saat ini, politik juga dimaknai sebagai aktivitas pemikiran yang berhubungan kepentingan masyarakat.

Pemikiran itu bisa dijalankan dalam bentuk penyusunan perundang-undangan, menjalankan hukum dan aktivitas lainnya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, serta menjalankan amanah dengan menetapkan hukum secara adil dan beradab.

“Berkecimpung dalam kegiatan politik berarti memperhatikan kondisi masyarakat, meluruskan kezhaliman dan melenyapkan kejahatan,” katanya.

Sejatinya, menjadi elit politik sebagai aktor pembawa aspirasi dan pemegang kendali kebijakan strategis kenegaraan, mesti menajamkan visi dan orientasi pada pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu, dalam berpolitik juga harus memperhatikan etika. Dalam The World Book Dictionary (1973: 219), ‘Ethics the study of standard of right and wrong, that part if philosophy dealing with moral conduct, duty, and judgement. Ethics is concerned with morality, a formal or professional rules of right and wrong, system of conduct or behaviour’.

Dalam hal ini, etika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ukuran baik dan buruk, merupakan bagian kajian filsafat yang berkenaan dengan perilaku moral, kewajiban, dan hukuman. Etika membahas masalah moralitas, aturan-aturan formal tentang kriteria baik buruk, dan sistem tingkah laku manusia.

Membahas soal etika politik merupakan sesuatu yang sangat penting terutama berkaitan dengan tataran empiris ketika etika politik dapat diterapkan dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Di sini, fakta memperlihatkan bahwa tidak sedikit yang menghalalkan segala cara dalam memperoleh kekuasaan.

“Bahkan bertemunya berbagai kepentingan antarkelompok di kalangan elit politik merupakan sebuah keniscayaan akan terjadinya konflik bahkan berujung pada penyelesaian dengan jalan kekerasan, jika tidak ada kesepahaman bersama,” sebutnya.

Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan konsepsi secara operasionalisasi konsep etika politik sebagai sebuah nilai dan ajaran, maka segala ketentuan dan kesepakatan harus menjadi konsensus bersama. Tujuan berpolitik adalah untuk memajaukan dan mensejahterakan ummat dan masyarakat. (ndi)

 

LEAVE A REPLY