Ilustrasi Prostitusi. Foto: Kompas.com

IDNEWS.CO.ID – Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah, mengatakan faksinya terus melakukan pengawasan atas apartemen yang diindikasi sebagai tempat praktik prostitusi terselubung. “Operasi kejahatan jalan dan operasi prostitusi yakni tujuan kami. Serta saya yakinkan semuanya barisan akan kerja secara maksimal,” ujarnya pada wartawan, Minggu (17/11/2019)

Azis mengutarakan satu masalah prostitusi yang ditemukan di satu diantaranya apartemen di wilayah Margonda beberapa waktu lalu. Faksinya hingga sampai saat ini masih terus melakukan penyidikan secara dalam pada DP, seorang pemuda 19 tahun yang diduga sebagai muncikari. Ia jual temannya sendiri, seorang siswi SMA yang namanya tidak diutarakan ke publik.

“Yang mengenai ini kan tawarkan layanan prostitusi, yang ternyata libatkan anak dibawah usia dan ditawarkan ke pemesan. Dieksploitasi imbalan uang,” papar Kapolres.

Bea atau layanan yang ditawarkan pelaku sebesar Rp 2 juta untuk sekali kencan. “Jadi ia (DP) ini tawarkan melalui social media. Nah, ia bisa jatah Rp300 ribu untuk sekali pesanan, bekasnya untuk wanita yang dijajakan,” susulnya.

Azis sebutkan wanita yang di jual oleh DP diketahui masih dengan status siswi SMA. Atas kelakuannya itu, DP lantas terancam dengan jerat Undang-undang Perlindungan Anak.

“Masalah ini akan terus kami dalami. Hasil dari pengecekan, ternyata DP dan korban itu yakni kawan dari kecil. Motifnya ekonomi,” kata Azis. (fat)

LEAVE A REPLY